Upaya WWF dalam Mengatasi Dampak Perubahan Iklim di Kawasan Gletser Himalaya Tahun 2020-2025

Purba, Celine (2026) Upaya WWF dalam Mengatasi Dampak Perubahan Iklim di Kawasan Gletser Himalaya Tahun 2020-2025. Skripsi thesis, UPN "Veteran" Yogyakarta.

[thumbnail of Cover_151220075.pdf] Text
Cover_151220075.pdf

Download (86kB)
[thumbnail of Halaman Pengesahan_151220075_Celine Pricillia Arneta Purba.pdf] Text
Halaman Pengesahan_151220075_Celine Pricillia Arneta Purba.pdf

Download (202kB)
[thumbnail of Daftar Pustaka_151220075.pdf] Text
Daftar Pustaka_151220075.pdf

Download (90kB)
[thumbnail of Abstrak_151220075.pdf] Text
Abstrak_151220075.pdf

Download (14kB)
[thumbnail of Daftar Isi_151220075_Celine Pricillia Arneta Purba.pdf] Text
Daftar Isi_151220075_Celine Pricillia Arneta Purba.pdf

Download (144kB)
[thumbnail of Fulltext_151220075_Celine Pricillia Arneta Purba.pdf] Text
Fulltext_151220075_Celine Pricillia Arneta Purba.pdf

Download (1MB)

Abstract

Kawasan Gletser Himalaya, yang berfungsi sebagai "Menara Air Asia", menghadapi
ancaman kritis akibat laju pemanasan 0,60oC per dekade yang memicu banjir bandang danau
gletser (GLOF). Namun, respons negara-negara kunci seperti India, Pakistan, China, dan Nepal
terhambat oleh konflik geopolitik yang menciptakan kesenjangan tata kelola (governance gap).
Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi World Wide Fund for Nature (WWF) sebagai aktor
non-negara dalam mengatasi dampak krisis tersebut pada periode 2020-2025.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan kerangka konsep Peran
NGO yang membagi fungsi aktor menjadi peran operasional dan advokasi. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa WWF menerapkan strategi adaptif untuk mengisi kekosongan tata kelola.
Secara operasional, WWF berhasil merestorasi 3.700 hektar lahan kritis dan meningkatkan
populasi macan tutul salju menjadi 397 individu di Nepal, memulihkan 14.215 hektar lahan basah
melalui program Recharge Pakistan, serta meningkatkan indeks kesehatan Sungai Yangtze di
China. Secara advokasi, WWF memobilisasi dana transisi senilai US$ 43 Juta melalui skema
Bhutan for Life, mendorong adopsi standar lingkungan ILES di Pakistan, serta memfasilitasi
pengesahan UU Perlindungan Sungai Yangtze di China berbasis data sains. Kesimpulannya, WWF
berhasil menjembatani kebuntuan diplomasi negara melalui kombinasi intervensi teknis di negara
rentan dan diplomasi kebijakan di negara strategis.
Kata Kunci: Perubahan Iklim, Gletser Himalaya, WWF, Peran NGO.

Item Type: Tugas Akhir (Skripsi)
Subjek: H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > (S1) Ilmu Hubungan Internasional
Depositing User: Indah Lestari
Date Deposited: 11 Mar 2026 00:54
Last Modified: 11 Mar 2026 00:54
URI: http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/47298

Actions (login required)

View Item View Item