KAJIAN RISIKO LINGKUNGAN AKIBAT AKTIVITAS PEMBUKAAN LAHAN PERTAMBANGAN NIKEL TERHADAP EKOSISTEM TANAMAN LOKAL MERICA RAMBAT MENGGUNAKAN METODE FAILURE MODE AND EFFECTS ANALYSIS (FMEA)

ANDIKA CITRA MUSTIKA SARI, . (2026) KAJIAN RISIKO LINGKUNGAN AKIBAT AKTIVITAS PEMBUKAAN LAHAN PERTAMBANGAN NIKEL TERHADAP EKOSISTEM TANAMAN LOKAL MERICA RAMBAT MENGGUNAKAN METODE FAILURE MODE AND EFFECTS ANALYSIS (FMEA). Tesis thesis, UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL VETERAN YOGYAKARTA.

[thumbnail of 1. Cover_212232003.pdf] Text
1. Cover_212232003.pdf

Download (182kB)
[thumbnail of 2. Abstrak_212232003.pdf] Text
2. Abstrak_212232003.pdf

Download (222kB)
[thumbnail of 3. Halaman Pengesahan_212232003.pdf] Text
3. Halaman Pengesahan_212232003.pdf

Download (275kB)
[thumbnail of 4. Daftar Isi_212232003.pdf] Text
4. Daftar Isi_212232003.pdf

Download (227kB)
[thumbnail of 5. Daftar Pustaka_212232003.pdf] Text
5. Daftar Pustaka_212232003.pdf

Download (275kB)
[thumbnail of 6. Fulltext_212232003.pdf] Text
6. Fulltext_212232003.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (10MB)
Official URL: http://upnyk.ac.id

Abstract

Indonesia memiliki potensi cadangan nikel, salah satunya di Provinsi Sulawesi
Selatan. Rencana ekspansi pertambangan oleh PT. X Tbk di Blok X yang mencakup
area konsesi seluas 17.776,78 Ha di wilayah Loeha Raya, Kabupaten Luwu Timur,
berpotensi menimbulkan dampak lingkungan. Wilayah ini merupakan sentra
pertanian merica (Piper nigrum L.) yang menjadi tumpuan ekonomi masyarakat di
lima desa (Bantilang, Rante Angin, Tokalimbo, Masiku, dan Loeha). Penelitian ini
bertujuan untuk mengidentifikasi potensi risiko lingkungan, menganalisis faktor
penyebab kerusakan utama, serta merumuskan strategi mitigasi dampak
pertambangan terhadap keberlanjutan ekosistem tanaman merica menggunakan
metode Failure Mode and Effects Analysis (FMEA).
Penelitian dilakukan melalui pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Pengumpulan
data mencakup observasi lapangan, pengambilan dan pengujian laboratorium
sampel (tanah, air, dan udara) untuk mengetahui rona awal lingkungan, serta diskusi
mendalam dengan petani lokal. Data tersebut diintegrasikan ke dalam analisis
FMEA sebagai baseline untuk menentukan nilai Risk Priority Number (RPN) guna
memetakan tingkat prioritas risiko.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi rona awal tanah didominasi
karakteristik ultramafik yang masam, namun kualitas air dan udara masih tergolong
baik dan mendukung budidaya merica. Berdasarkan analisis FMEA, aktivitas
penimbunan bijih nikel (stockpile) teridentifikasi sebagai sumber risiko tertinggi
dengan nilai RPN mencapai 100. Risiko ini memicu terbentuknya air lindi yang
menyebabkan pengasaman tanah dan kontaminasi logam berat (Fe dan Mn) pada
air irigasi yang bersifat fitotoksik. Risiko signifikan lainnya meliputi kekeringan
lahan akibat dewatering (RPN 60) dan gangguan fotosintesis akibat debu hauling
(RPN 50). Oleh karena itu, strategi mitigasi diprioritaskan pada rekayasa teknis
(engineering control), meliputi pembuatan saluran drainase dan kolam pengendap
(sediment pond) yang dilengkapi sistem lime treatment untuk menetralkan pH,
pembuatan kolam imbuhan, serta penerapan sabuk hijau (green belt) guna
menjamin keberlanjutan ekosistem merica.
Kata kunci: Pertambangan Nikel, Piper nigrum L., FMEA, Risiko Lingkungan,
Mitigasi.

Item Type: Tugas Akhir (Tesis)
Additional Information: Andika Citra Mustika Sari (Penulis - 212232003): Rika Ernawati (Pembimbing 1): Mohammad Nurcholis (Pembimbing 2):
Uncontrolled Keywords: Pertambangan Nikel, Piper nigrum L., FMEA, Risiko Lingkungan, Mitigasi.
Subjek: T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering
T Technology > TN Mining engineering. Metallurgy
Divisions: Fakultas Teknologi Mineral dan Energi > (S2) Magister Teknik Pertambangan
Depositing User: Bayu Pambudi
Date Deposited: 11 Feb 2026 08:43
Last Modified: 11 Feb 2026 08:43
URI: http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/47040

Actions (login required)

View Item View Item