GEOLOGI DAN KARAKTERISTIK MINERALISASI EMAS PADA DAERAH NAGARI TAMBANG, KECAMATAN IV JURAI, KABUPATEN PESISIR SELATAN, SUMATERA BARAT

PUTRA, DANDHY BRAMANTYA (2022) GEOLOGI DAN KARAKTERISTIK MINERALISASI EMAS PADA DAERAH NAGARI TAMBANG, KECAMATAN IV JURAI, KABUPATEN PESISIR SELATAN, SUMATERA BARAT. Skripsi thesis, Universitas Pembangunan Naional Veteran Yogyakarta.

[thumbnail of ABSTRAK_111170096_Dandhy Bramantya Putra.pdf] Text
ABSTRAK_111170096_Dandhy Bramantya Putra.pdf

Download (68kB)
[thumbnail of COVER_111170096_Dandhy Bramantya Putra.pdf] Text
COVER_111170096_Dandhy Bramantya Putra.pdf

Download (89kB)
[thumbnail of DAFTAR ISI_111170096_Dandhy Bramantya Putra.pdf] Text
DAFTAR ISI_111170096_Dandhy Bramantya Putra.pdf

Download (45kB)
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA_111170096_Dandhy Bramantya Putra.pdf] Text
DAFTAR PUSTAKA_111170096_Dandhy Bramantya Putra.pdf

Download (13kB)
[thumbnail of DRAFT SKRIPSI_111170096_Dandhy Bramantya Putra.pdf] Text
DRAFT SKRIPSI_111170096_Dandhy Bramantya Putra.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (8MB)
[thumbnail of HALAMAN PENGESAHAN.pdf] Text
HALAMAN PENGESAHAN.pdf

Download (262kB)

Abstract

Secara administratif, daerah penelitian berada di daerah Nagari Tambang,
Kecamatan IV Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumatera Barat pada zona
UTM 47S. Di daerah Nagari Tambang terdapat tambang tertua di Indonesia yang
pertama kali dibuka pada tahun 1669 oleh pemerintah VOC saat itu dan mengalami
beberapa kali tutup hingga tahun 1928. Belum banyak penelitian mengenai datadata

geologi di daerah tersebut. Pengambilan data dilakukan dengan pemetaan
permukaan dan pemetaan bawah permukaan. Analisis laboratorium yang
digunakan adalah analisis petrografi, mineragrafi, XRD (X-Ray Diffraction), dan
AAS (Atomic Absorption Spectrophotometer).
Berdasarkan penarikan alur liar dan analisis pola pengaliran, daerah
penelitian memiliki pola pengaliran berupa subparalel. Berdasarkan aspek – aspek
geomorfologi, terdapat dua bentukasal yaitu bentukasal struktural yang dibagi
menjadi bentuklahan perbukitan struktural (S1) dan bentuklahan lereng struktural
(S2) serta bentukasal fluvial yang memiliki bentuklahan tubuh sungai (F1).
Stratigrafi daerah penelitian dari tua ke muda terdiri dari Satuan breksi-tuff Painan
yang menjari dengan Satuan lapili-tuff Painan yang berumur Oligosen Akhir –
Miosen Awal, dasit Painan yang berumur Oligosen Akhir, dan granit Painan yang
berumur Miosen Tengah. Struktur geologi yang mengontrol daerah penelitian
berupa kekar dengan arah umum tegasan barat laut – tenggara dan terdapat dua
sesar yaitu Sesar Kiri Naik Tambang dan Sesar Kanan Naik Tambang.
Tipe alterasi yang hadir pada daerah penelitian dibagi menjadi empat yaitu
alterasi silisik (silika ± kaolinit, alterasi argilik (kaolinit + illit ± silika ± smektit),
alterasi propilitik (klorit + silika ± pirit) dan alterasi filik (mika + karbonat +
kuarsa). Terdapat dua urat silika masif sebagai jalur mineralisasi yang disebut Main
Vein dan Leader Vein dengan mineral bijih yang dijumpai berupa native Au, native
Ag, akantit, hessit, sfalerit, pirit, dan limonit. Berdasarkan beberapa parameter yang
dijumpai, tipe endapan pada daerah penelitian termasuk dalam tipe endapan
epitermal sulfidasi rendah.
Emas pada daerah penelitian dijumpai sebagai visible gold sebagai mineral
native Au dan elektrum yang berasosiasi dengan mineral akantit, pirit, limonit, dan
masif silika akibat kehadirannya pada urat silika. Berasosiasi dengan tekstur urat
berupa dog teeth dan crustiform-colloform serta bentuk tubuh bijih berupa massive
vein, vein swarm, dan stockwork.

Kata Kunci : geologi, epitermal sulfidasi rendah, mineralisasi, karakteristik emas

Item Type: Tugas Akhir (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: geologi, epitermal sulfidasi rendah, mineralisasi, karakteristik emas
Subjek: Q Science > QE Geology
Divisions: Fakultas Teknologi Mineral dan Energi > (S2) Magister Teknik Geologi
Depositing User: Eny Suparny
Date Deposited: 03 Feb 2026 06:32
Last Modified: 03 Feb 2026 06:33
URI: http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/46962

Actions (login required)

View Item View Item