Ardhan Arana, . (2026) PERBANDINGAN METODE HEURISTIK DAN DETERIMINISTIK PADA PENENTUAN ZONA KERAWANAN GERAKAN TANAH DAERAH SAWOO DAN SEKITARNYA KECAMATAN SAWOO, KABUPATEN PONOROGO, PROVINSI JAWA TIMUR. Tesis thesis, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta.
|
Text
1_Cover_211222001_Ardhan Arana.pdf Download (213kB) |
|
|
Text
2_Abstrak_211222001_Ardhan Arana.pdf Download (99kB) |
|
|
Text
3_Halaman Pengesahan_211222001_Ardhan Arana.pdf Download (542kB) |
|
|
Text
4_Daftar Isi_211222001_Ardhan Arana.pdf Download (418kB) |
|
|
Text
5_Daftar Pustaka_211222001_Ardhan Arana.pdf Download (299kB) |
|
|
Text
6_Full Tesis_211222001_Ardhan Arana.pdf Restricted to Repository staff only Download (47MB) |
Abstract
Kecamatan Sawoo merupakan salah satu daerah yang rawan terdampak bencana longsor. Kecamatan sawo memiliki curah hujan yang tinggi serta terdapat mineral lempung swelling yang menjadi faktor utama terganggunya kestabilan lereng dan mengakibatkan longsor. Salah satu upaya mitigasi dalam mengurangi resiko bencana longsor adalah membuat peta zona kerawanan Gerakan tanah. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan zona kerawanan Gerakan tanah (longsor) di Kecamatan Sawo dengan membandingkan dua metode yaitu Heuristik dan Deterministik serta sekaligus mengetahui metode mana yang memiliki hasil akurasi data paling baik dengan analisis tiap parameter.
Penelitian ini dilakukan dengan metode kuantitatif berupa pengolahan data geologi teknik dan metode kualitatif berupa pengolahan peta parameter dengan pembobotan dan skoring mengacu pada SNI 8291:2024. Peta parameter pada penyusunan metode heuristic dapat dilakukan modifikasi sehingga hasil dari metode tersebut dapat dilakukan perbandingan dengan metode deterministik
Hasil penelitian ini menunjukkan keterdapatan 32 kejadian longsor di kecamatan Sawoo. Kejadian longsor tersebut digunakan sebagai validasi hasil peta zona kerawanan Gerakan tanah. Hasil dari validasi tersebut menunjuka metode heuristik dapat mencapai nilai akurasi diatas 90% (sebanding dengan metode deterministik) dari hasil kejadian longsor. Pada zona sangat aman (sangat rendah) dan aman (rendah), perbedaan persentase nilai luasan area metode heuristik dan deterministik berikasar <2%. Perbandingan antara kejadian gerakan tanah dan klasifikasi kerawanan zona gerakan tanah menunjukkan bahwa metode heuristik akurat dapat menyerupai hasil dari metode deterministik dengan perbaikan klasifikasi pengkelasan dan penambahan prameter curah hujan.
| Item Type: | Tugas Akhir (Tesis) |
|---|---|
| Additional Information: | Ardhan Arana (Penulis-211222001) Arif Rianto Budi Nugroho (Pembimbing 1) Jatmika Setiawan (Pembimbing 2) |
| Uncontrolled Keywords: | Deterministik, Heuristik, Kerawanan, Longsor |
| Subjek: | T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General) T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering T Technology > TF Railroad engineering and operation T Technology > TR Photography |
| Divisions: | Fakultas Teknologi Mineral dan Energi > (S2) Magister Teknik Geologi |
| Depositing User: | Indah Lestari |
| Date Deposited: | 22 Jan 2026 06:09 |
| Last Modified: | 22 Jan 2026 06:09 |
| URI: | http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/46652 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
