ANALISIS KEBIJAKAN ASEAN CONVENTION AGAINST TRAFFICKING IN PERSONS DALAM MELINDUNGI PEREMPUAN DAN ANAK-ANAK DI KAMBOJA (2020-2023)

Maalik, Aqil Heritsa (2205) ANALISIS KEBIJAKAN ASEAN CONVENTION AGAINST TRAFFICKING IN PERSONS DALAM MELINDUNGI PEREMPUAN DAN ANAK-ANAK DI KAMBOJA (2020-2023). Skripsi thesis, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta.

[thumbnail of 1. Skripsi Fulltext_151210154_Aqil Heritsa Maalik.pdf] Text
1. Skripsi Fulltext_151210154_Aqil Heritsa Maalik.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (10MB)
[thumbnail of 2. Cover_151210154_Aqil Heritsa Maalik.pdf] Text
2. Cover_151210154_Aqil Heritsa Maalik.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of 3. Abstrak_151210154_Aqil Heritsa Maalik.pdf] Text
3. Abstrak_151210154_Aqil Heritsa Maalik.pdf

Download (99kB)
[thumbnail of 4. Lembar Pengesahan_151210154_Aqil Heritsa Maalik.pdf] Text
4. Lembar Pengesahan_151210154_Aqil Heritsa Maalik.pdf

Download (3MB)
[thumbnail of 5. Daftar Isi_151210154_Aqil Heritsa Maalik.pdf] Text
5. Daftar Isi_151210154_Aqil Heritsa Maalik.pdf

Download (68kB)
[thumbnail of 6. Daftar Pustaka_151210154_Aqil Heritsa Maalik.pdf] Text
6. Daftar Pustaka_151210154_Aqil Heritsa Maalik.pdf

Download (193kB)

Abstract

Perdagangan manusia di Kamboja telah menjadi isu transnasional yang kompleks dan berdampak signifikan terhadap kelompok rentan, terutama perempuan dan anak-anak. Penelitian ini menganalisis efektivitas kebijakan ASEAN convention Against Trafficking in Persons, Especially Women and Children (ACTIP-WC) dalam upaya melindungi perempuan dan anak-anak dari praktik perdagangan manusia di Kamboja pada tahun 2020 hingga 2023. Menggunakan teori efektivitas rezim internasional yang dikembangkan oleh Arild Underdal, penelitian ini menyoroti tiga aspek utama: Problem-solving capacity rezim, tingkat kolaborasi antarnegara ASEAN, dan kerumitan masalah (problem malignancy) yang dihadapi. Hasil penelitian menunjukan bahwa implementasi ACTIP-WC belum mencapai tingkat efektivitas yang optimal. Rendahnya kolaborasi antar negara ASEAN akibat prinsip non-intervensi, ketidaksamaan kepentingan nasional, serta lemahnya kapasitas institusi domestik Kamboja dalam penegakan hukum menjadi faktor penghambat utama dari tidak efektifnya kebijakan ini.
Kata Kunci: Perdagangan Manusia, Kamboja, Kebijakan ACTIP, Perempuan dan Anak-anak

Item Type: Tugas Akhir (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Perdagangan Manusia, Kamboja, Kebijakan ACTIP, Perempuan dan Anak-anak
Subjek: J Political Science > JZ International relations
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > (S1) Ilmu Hubungan Internasional
Depositing User: Eny Suparny
Date Deposited: 09 Jan 2026 01:38
Last Modified: 09 Jan 2026 01:38
URI: http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/46511

Actions (login required)

View Item View Item