Kristin Natalia H Makahenggang, . (2025) LOGAM BERAT KARSINOGENIK DALAM TANAH DAN TANAMAN PISANG MAS DI LINGKUNGAN TAMBANG NIKEL DI BABURINO, HALMAHERA TIMUR, PULAU HALMAHERA. Tesis thesis, UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL VETERAN YOGYAKARTA.
|
Text
1_Cover_233231002.pdf Download (117kB) |
|
|
Text
2_Abstrak_233231002.pdf Download (98kB) |
|
|
Text
3_Halaman Pengesahan__233231002.pdf Download (430kB) |
|
|
Text
4_Daftar Isi_233231002.pdf Download (52kB) |
|
|
Text
5_Daftar Pustaka_233231002.pdf Download (116kB) |
|
|
Text
6_Tesis Full__233231002.pdf Download (4MB) |
Abstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat cemaran logam berat karsinogenik
pada tanah dan tanaman pisang mas (Musa acuminata) di lahan perkebunan
masyarakat Desa Baburino, Kecamatan Maba, Halmahera Timur, Maluku Utara dan
untuk melihat rasio logam berat karsinogenik dalam tanah, akar dan buah tanaman
pisang. Pengambilan sampel tanah dilakukan pada kedalaman 0–20 cm di sembilan
titik dengan jarak bervariasi dari lokasi pertambangan nikel. Analisis laboratorium
meliputi sifat kimia tanah (pH, C-organik, kapasitas tukar kation, kejenuhan basa,
dan tekstur) serta kandungan logam berat nikel (Ni), kromium (Cr), dan arsenik
(As) menggunakan metode X-Ray Fluorescence (XRF). Hasil penelitian
menunjukkan bahwa konsentrasi Ni dan Cr dalam tanah umumnya jauh melebihi
ambang batas baku mutu, masing-masing mencapai lebih dari 14.000 mg/kg dan
10.000 mg/kg, sedangkan As terdeteksi hingga 20 mg/kg. Kandungan tinggi logam
berat tersebut dipengaruhi oleh faktor geogenik dari tanah ultrabasa serta aktivitas
pertambangan nikel di sekitar lokasi. Pada jaringan tanaman, akar pisang
mengakumulasi Ni dan Cr dalam jumlah besar, sementara kandungan pada buah
juga melebihi ambang batas aman konsumsi (Ni ≤ 10 mg/kg; Cr ≤ 1,3 mg/kg), yang
menandakan adanya risiko bioakumulasi pada rantai pangan. Sebaliknya, arsenik
tidak terdeteksi dalam jaringan akar maupun buah karena kemungkinan terikat kuat
pada oksida Fe dan Al sehingga tidak tersedia bagi tanaman. Sifat kimia tanah,
terutama pH, kejenuhan basa, C-organik, dan KTK, turut memengaruhi mobilitas
logam, meskipun litologi ultrabasa dan aktivitas tambang tetap menjadi faktor
dominan penyebab pencemaran.
| Item Type: | Tugas Akhir (Tesis) |
|---|---|
| Additional Information: | KRISTIN NATALIA H MAKAHENGGANG (Penulis - 233231002) ; SARI VIRGAWATI (Pembimbing 1) ; MOHAMMAD NURCHOLIS (Pembimbing 2) ; |
| Uncontrolled Keywords: | Kecamatan Maba, tanah ultrabasa, pencemaran tanah, logam berat karsinogenik, musa acuminata. |
| Subjek: | Q Science > QE Geology |
| Divisions: | Fakultas Pertanian > (S2) Magister Ilmu Tanah |
| Depositing User: | Bayu Pambudi |
| Date Deposited: | 30 Dec 2025 04:26 |
| Last Modified: | 30 Dec 2025 04:26 |
| URI: | http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/46466 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
