Dhipta Hernanta Rama Putra, . (2025) KEKRITISAN LAHAN DI SESAR OPAK BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DI KALURAHAN SRIMULYO DAN TERONG, KABUPATEN BANTUL, DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA. Skripsi thesis, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta.
|
Text
1_Cover_133210099_Dhipta Hernanta Rama Putra.pdf Download (114kB) |
|
|
Text
2_Abstrak_133210099_Dhipta Hernanta Rama Putra.pdf Download (48kB) |
|
|
Text
3_Halaman Pengesahan_133210099_Dhipta Hernanta Rama Putra.pdf Download (425kB) |
|
|
Text
4_Daftar Isi_133210099_Dhipta Hernanta Rama Putra.pdf Download (75kB) |
|
|
Text
5_Daftar Pustaka_133210099_Dhipta Hernanta Rama Putra.pdf Download (310kB) |
|
|
Text
6_Skripsi Full_133210099_Dhipta Hernanta Rama Putra.pdf Restricted to Repository staff only Download (6MB) |
Abstract
Daerah Istimewa Yogyakarta salah satu wilayah yang sebagian besar lahan kritis
memiliki 79.123 ha, terutama dibagian sesar aktif yaitu Sesar Opak. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis tingkat kekritisan lahan, faktor
faktor yang mempengaruhinya, dan menyusun peta kekritisan lahan berbasis
Sistem Informasi Geografis (SIG) di Kalurahan Srimulyo dan Kalurahan Terong,
Kabupaten Bantul yang berada dalam jalur Sesar Opak untuk perencanaan
pengelolaan dan konservasi lahan. Penentuan titik sampel dilakukan dengan
metode purposive sampling berdasarkan peta kelerengan di sekitar Sesar Opak.
Pengambilan titik sampel 9 titik di Kalurahan Srimulyo dan 9 titik di Kalurahan
Terong. Parameter sifat tanah yang diamati yaitu tekstur tanah, struktur tanah,
permeabilitas, dan kadar C-Organik. Hasil analisis di skoring dengan klasifikasi
peta penutupan lahan, peta erosi, peta kemiringan, kemudian di overlay menjadi
peta kekritisan lahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kalurahan Srimulyo
memiliki tingkat kekritisan lahan lebih tinggi (46,6%), sedangkan Kalurahan
Terong kekritisan rendah (40,7%). Perbedaan pada Kalurahan Srimulyo ini
dipengaruhi oleh rendahnya C-Organik (<1%), nilai erodibilitas agak tinggi
(0,343-0,408), dan morfologi perbukitan aktif di sekitar Sesar Opak, sedangkan
Kalurahan Terong memiliki nilai erodibilitas sangat rendah (0,000-0,103). Peta
kekritisan lahan yang dihasilkan dapat menjadi dasar perencanaan pengelolaan
lahan berkelanjutan dan mitigasi degradasi lahan pada wilayah yang terpengaruh
sesar aktif.
| Item Type: | Tugas Akhir (Skripsi) |
|---|---|
| Additional Information: | Dhipta Hernanta Rama Putra (Penulis - 133210099) Mohammad Nurcholis (Pembimbing) |
| Uncontrolled Keywords: | Erodibilitas tanah, Erosi tanah, Geomorfologi, Kemiringan Lereng |
| Subjek: | S Agriculture > S Agriculture (General) |
| Divisions: | Fakultas Pertanian > (S1) Ilmu Tanah |
| Depositing User: | Bayu Pambudi |
| Date Deposited: | 30 Dec 2025 03:10 |
| Last Modified: | 30 Dec 2025 03:10 |
| URI: | http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/46451 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
