ANALISIS PENGARUH KELERENGAN DAN BATUAN DASAR TERHADAP KADAR NIKEL DI KECAMATAN WOLO, KABUPATEN KOLAKA, PROVINSI SULAWESI TENGGARA

KENEDY, LOVENA VIRGINIA FAJARANI (2025) ANALISIS PENGARUH KELERENGAN DAN BATUAN DASAR TERHADAP KADAR NIKEL DI KECAMATAN WOLO, KABUPATEN KOLAKA, PROVINSI SULAWESI TENGGARA. Skripsi thesis, UPN Veteran Yogyakarta.

[thumbnail of 1_Skripsi Full_111210143_Lovena Kenedy.pdf] Text
1_Skripsi Full_111210143_Lovena Kenedy.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)
[thumbnail of 2_Cover_111210143_Lovena Kenedy.pdf] Text
2_Cover_111210143_Lovena Kenedy.pdf

Download (172kB)
[thumbnail of 3_Abstrak_111210143_Lovena Kenedy.pdf] Text
3_Abstrak_111210143_Lovena Kenedy.pdf

Download (196kB)
[thumbnail of 4_Halaman Pengesahan_111210143_Lovena Kenedy.pdf] Text
4_Halaman Pengesahan_111210143_Lovena Kenedy.pdf

Download (84kB)
[thumbnail of 5_Daftar Isi_111210143_Lovena Kenedy.pdf] Text
5_Daftar Isi_111210143_Lovena Kenedy.pdf

Download (159kB)
[thumbnail of 6_Daftar Pustaka_111210143_Lovena Kenedy.pdf] Text
6_Daftar Pustaka_111210143_Lovena Kenedy.pdf

Download (202kB)

Abstract

ABSTRAK
ANALISIS PENGARUH KELERENGAN DAN BATUAN DASAR
TERHADAP KADAR NIKEL DI KECAMATAN WOLO,
KABUPATEN KOLAKA, PROVINSI SULAWESI TENGGARA
Oleh
Lovena Virginia Fajarani Kenedy
NIM: 111210143
Program Studi Sarjana Teknik Geologi
Indonesia merupakan negara dengan potensi sumber daya mineral yang sangat besar,
salah satunya adalah nikel. Wilayah Indonesia bagian timur seperti pada daerah
Sulawesi Tenggara merupakan salah satu daerah yang memiliki cadangan nikel
melimpah. Endapan nikel di Indonesia umumnya ditemukan dalam bentuk endapan
laterit yang terbentuk dari pelapukan batuan ultramafik. Wilayah IUP PT. Ceria
Nugraha Indotama di Kabupaten Kolaka menjadi salah satu lokasi yang prospektif.
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh batuan dasar dan kelerengan
terhadap distribusi kadar Ni pada zona laterit di daerah tersebut.
Penelitian dilakukan melalui tahapan studi pustaka, pengumpulan data lapangan berupa
sampel batuan dasar dan inti bor, serta analisis laboratorium (petrografi dan XRF). Data
kemudian diolah menggunakan perangkat lunak ArcGIS, Surfer, dan Excel untuk
membuat peta dan analisis statistik berupa boxplot guna mengetahui hubungan antara
kelerengan, jenis batuan, dan kadar Ni.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada Pit A, akumulasi kadar Ni tertinggi terdapat
pada zona saprolit di lereng landai (2–7%) dengan rata-rata kadar 1,2%, akibat infiltrasi
optimal dan pelapukan kimia yang intensif pada batuan dasar peridotit. Sementara itu,
pada lereng 15–30%, terjadi pengayaan pada zona limonit akibat dominasi batuan dunit
yang mudah lapuk. Di Pit B, pengayaan tertinggi terjadi pada zona limonit di lereng
sangat curam (30–70%) dengan rata-rata kadar 1,4%, disebabkan oleh akumulasi unsur
Ni dari pelapukan batuan dunit dan terbatasnya proses leaching di lapisan atas. Batuan
peridotit cenderung menghasilkan kadar Ni yang lebih rendah karena pelepasan unsur
Ni berlangsung lambat dan rentan mengalami erosi sebelum sempat terakumulasi
secara maksimal. Dengan demikian, kombinasi antara tingkat kelerengan dan jenis
batuan dasar memainkan peran penting dalam pembentukan dan distribusi kadar nikel
laterit.
Kata kunci: Batuan Dasar, Nikel Laterit, Kadar Ni, Kelerengan
viii

Item Type: Tugas Akhir (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Batuan Dasar, Nikel Laterit, Kadar Ni, Kelerengan
Subjek: Q Science > QE Geology
Divisions: Fakultas Teknologi Mineral dan Energi > (S1) Teknik Geologi
Depositing User: Eko Yuli
Date Deposited: 28 Nov 2025 03:04
Last Modified: 28 Nov 2025 03:04
URI: http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/45886

Actions (login required)

View Item View Item