Rika Oktavia, . (2025) ANALISIS PERBANDINGAN METODE TOP AIR DECK DENGAN BOTTOM AIR DECK TERHADP NILAI PREDIKSI GROUND VIBRATION AKIBAT PELEDAKAN. Skripsi thesis, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta.
|
Text
Cover_112210062_Rika Oktavia.pdf Download (104kB) |
|
|
Text
Abstrak_112210062_Rika Oktavia.pdf Download (454kB) |
|
|
Text
Pengesahan_112210062_Rika Oktavia.pdf Download (111kB) |
|
|
Text
Daftar Isi_112210062_Rika Oktavia .pdf Download (213kB) |
|
|
Text
Daftar Pustaka_112210062_Rika Oktavia.pdf Download (323kB) |
|
|
Text
FULLTEXT_112210062_RIKA OKTAVIA.pdf Restricted to Repository staff only Download (16MB) |
Abstract
Kegiatan peledakan di tambang terbuka berpotensi menimbulkan getaran tanah (ground vibration) yang dapat mengganggu kestabilan struktur bangunan di sekitarnya. Penelitian ini dilakukan di Pit E SBS-MTN, PT Bukit Asam Tbk, untuk menganalisis perbandingan efektivitas dua metode peledakan, yaitu Top Air Deck dan Bottom Air Deck, dalam mereduksi nilai Peak Particle Velocity (PPV) atau kecepatan partikel puncak getaran tanah. Tujuan penelitian adalah untuk memperoleh rumusan prediksi PPV pada masing-masing metode, menganalisis hasil peledakan berupa retakan batuan, serta memberikan pilihan penempatan air deck yang optimal. Metode penelitian meliputi pengambilan data primer berupa ground vibration aktual menggunakan micromate, data geometri peledakan, dan observasi hasil peledakan. Data yang telah didapat selanjutnya dianalisis menggunakan metode statistik regresi power berdasarkan teori scaled distance untuk mendapatkan persamaan prediksi PPV. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Bottom Air Deck secara konsisten menghasilkan nilai PPV yang lebih rendah dibandingkan Top Air Deck pada berbagai variasi jarak, dengan rata-rata penurunan PPV sebesar 1,442 mm/s. Rumusan prediksi PPV yang dihasilkan untuk metode Top Air Deck adalah PPV = 244,01 × (SD)^(-0,907) dengan error 4,99%, sedangkan untuk Bottom Air Deck adalah PPV = 19.661 × (SD)^(-1,989) dengan error 8,86%. Meskipun metode Top Air Deck menghasilkan retakan permukaan yang lebih lebar (rata-rata 23,03 cm), metode Bottom Air Deck (rata-rata retakan 7,14 cm) terbukti lebih unggul dalam meredam getaran. Berdasarkan temuan ini, disimpulkan bahwa metode Bottom Air Deck lebih direkomendasikan untuk diaplikasikan pada lokasi peledakan yang berdekatan dengan area permukiman atau infrastruktur sensitif guna meminimalkan dampak ground vibration dan memastikan kepatuhan terhadap ambang batas baku mutu getaran sesuai SNI 7571:2023.
| Item Type: | Tugas Akhir (Skripsi) |
|---|---|
| Additional Information: | RIKA OKTAVIA (112210062-PENULIS) ; BARLIAN DWINAGARA (PEMBIMBING) |
| Uncontrolled Keywords: | Bottom air deck, ground vibration, PPV, scaled distance, top air deck. |
| Subjek: | T Technology > TN Mining engineering. Metallurgy |
| Divisions: | Fakultas Teknologi Mineral dan Energi > (S1) Teknik Pertambangan |
| Depositing User: | Bayu Pambudi |
| Date Deposited: | 25 Nov 2025 04:09 |
| Last Modified: | 25 Nov 2025 04:09 |
| URI: | http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/45788 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
