PENGARUH JUMLAH MOLASE SEBAGAI BAHAN PENGIKAT (ADMIXTURE) BIJIH PASIR BESI TERHADAP UJI KUAT TEKAN

Putranto, Fery Izzan (2025) PENGARUH JUMLAH MOLASE SEBAGAI BAHAN PENGIKAT (ADMIXTURE) BIJIH PASIR BESI TERHADAP UJI KUAT TEKAN. Skripsi thesis, UPN ''Veteran'' Yogyakarta.

[thumbnail of 2. Cover_112210150_Fery Izzan Putranto.pdf] Text
2. Cover_112210150_Fery Izzan Putranto.pdf

Download (240kB)
[thumbnail of 4. Lembar Pengesahan_112210150_Fery Izzan Putranto.pdf] Text
4. Lembar Pengesahan_112210150_Fery Izzan Putranto.pdf

Download (250kB)
[thumbnail of 3. Abstrak_112210150_Fery Izzan Putranto.pdf] Text
3. Abstrak_112210150_Fery Izzan Putranto.pdf

Download (203kB)
[thumbnail of 5. Daftar Isi_112210150_Fery Izzan Putranto.pdf] Text
5. Daftar Isi_112210150_Fery Izzan Putranto.pdf

Download (390kB)
[thumbnail of 6. Daftar Pustaka_112210150_Fery Izzan Putranto.pdf] Text
6. Daftar Pustaka_112210150_Fery Izzan Putranto.pdf

Download (231kB)
[thumbnail of 1. Skripsi Fulltext_112210150_Fery Izzan Putranto .pdf] Text
1. Skripsi Fulltext_112210150_Fery Izzan Putranto .pdf
Restricted to Repository staff only

Download (5MB)
Official URL: upnyk.ac.id

Abstract

Pasir besi dari pesisir Glagah, Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo, Daerah
Istimewa Yogyakarta mengandung mineral utama seperti magnetit dan hematit.
Meskipun memiliki kandungan logam yang potensial, karakteristik butiran yang
halus dan tidak kompak membuat pasir besi ini belum layak langsung digunakan
dalam proses peleburan. Oleh karena itu, diperlukan proses pembentukan briket
dengan bahan pengikat alami untuk meningkatkan densitas dan kekuatan
mekaniknya.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi molase sebagai bahan
pengikat terhadap kuat tekan briket pasir besi. Molase dipilih karena mengandung
unsur-unsur seperti carbon (C), hidrogen (H), oksigen (O), dan nitrogen (N)
menambah nilai kalor saat proses pembakaran. Variasi molase yang digunakan
adalah sebesar 5%, 10%, 15%, dan 20% dari berat total bahan. Briket berbentuk
silinder dengan diameter 4 cm dan tinggi 9 cm dicetak menggunakan pipa pralon,
kemudian dikeringkan menjadi briket dan diuji kuat tekannya menggunakan alat uji
tekan sesuai pendekatan standar SNI 1974:2011
Hasil pengujian menunjukkan bahwa variasi molase sebesar 15% menghasilkan
nilai kuat tekan tertinggi, dengan rata-rata sebesar 7,5 MPa, terutama pada titik
sampel keempat dan kelima yang berlokasi lebih dekat dengan garis pantai.
Sementara pada kadar molase 20%, briket tidak mampu membentuk padatan yang
layak uji karena kelebihan kandungan molase. Kesimpulannya, molase terbukti
efektif sebagai bahan pengikat alami, dengan kadar optimal sebesar 15% untuk
menghasilkan briket pasir besi berkekuatan tinggi yang berpotensi digunakan
sebagai bahan baku alternatif dalam industri peleburan logam.
Kata kunci: pasir besi, molase, kuat tekan, smelter

Item Type: Tugas Akhir (Skripsi)
Additional Information: FERY IZZAN PUTRANTO (Penulis - 112210150) ; Dwi Poetranto Waloejo Adji
Uncontrolled Keywords: pasir besi, molase, kuat tekan, smelter
Subjek: T Technology > TN Mining engineering. Metallurgy
Divisions: Fakultas Teknologi Mineral dan Energi > (S1) Teknik Pertambangan
Depositing User: UPA Perpustakaan
Date Deposited: 21 Nov 2025 08:32
Last Modified: 21 Nov 2025 08:32
URI: http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/45697

Actions (login required)

View Item View Item