GEOLOGI DAN ZONASI KERAWANAN TANAH LONGSOR DI DESA BATURSARI DAN SEKITARNYA, KECAMATAN SIRAMPOG, KABUPATEN BREBES, JAWA TENGAH

FRANDY, FRANDY (2025) GEOLOGI DAN ZONASI KERAWANAN TANAH LONGSOR DI DESA BATURSARI DAN SEKITARNYA, KECAMATAN SIRAMPOG, KABUPATEN BREBES, JAWA TENGAH. Skripsi thesis, UPN "Veteran" Yogyakarta.

[thumbnail of 2. Cover_111200146_Frandy.pdf] Text
2. Cover_111200146_Frandy.pdf

Download (152kB)
[thumbnail of 3. Abstrak_111200146_Frandy.pdf] Text
3. Abstrak_111200146_Frandy.pdf

Download (189kB)
[thumbnail of 4. Halaman pengesahan_111200146_Frandy.pdf] Text
4. Halaman pengesahan_111200146_Frandy.pdf

Download (264kB)
[thumbnail of 5. Daftar isi_111200146_Frandy.pdf] Text
5. Daftar isi_111200146_Frandy.pdf

Download (151kB)
[thumbnail of 6. Daftar pustaka_111200146_Frandy.pdf] Text
6. Daftar pustaka_111200146_Frandy.pdf

Download (197kB)
[thumbnail of 1. SkripsiFullText_111200146_Frandy.pdf] Text
1. SkripsiFullText_111200146_Frandy.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (51MB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya potensi tanah longsor yang
mengancam permukiman dan infrastruktur di daerah penelitian. Daerah penelitian
ini berlokasi di Desa Batursari dan sekitarnya, Kecamatan Sirampog, Kabupaten
Brebes, Jawa Tengah yang mana masuk ke dalam zona 49S UTM dengan koordinat
pada 289000 mT-29400 mT, 9199000 mS-9204000 mS. Penelitian ini dilakukan
dengan tujuan memetakan pola pengaliran, geomorfologi, pola sebaran litologi,
stratigrafi, dan struktur geologi yang berkembang di daerah penelitian. Secara
tambahan, tujuan penelitian dalam geologi teknik adalah untuk mengetahui tingkat
kerawanan tanah longsor berdasarkan parameter kerawanan dan pengampilan
sampel lereng secara langsung di daerah penelitian. Metode penelitian secara
kualitatif dan kuantitatif digunakan dalam tahapan penelitian untuk pengambilan
data lapangan, analisis data lapangan, dan sintesis hasil analisis data lapangan. Pola
pengaliran yang berkembang di daerah penelitian adalah pola pengaliran dendritik,
pola pengaliran sub-dendritik, dan pola pengaliran sub-paralel. Bentuk lahan yang
berkembang di daerah penelitian adalah bentuk lahan perbukitan denudasional
(D1), tubuh sungai (F1), perbukitan struktural (S1), perbukitan piroklastik (V1),
dan kaki gunung (V2). Stratigrafi daerah penelitian dibagi menjadi 4 berdasarkan
urutan dari muda ke tua, antara lain: Satuan tuf Slamet Tua, satuan lava andesit
Slamet Tua, satuan breksi piroklastik Slamet Tua, dan satuan batuserpih karbonatan
Formasi Rambatan. Struktur geologi yang berkembang di daerah penelitian terdapat
kekar tarik, kekar gerus, sesar turun Sridadi sesar mendatar turun kiri Dukuhbenda,
dan sesar mendatar turun kiri Batursari diperkirakan. Zona kerawanan tanah longsor
telah dianalisis dan dibagi menjadi 5 tingkat, yaitu: rendah (melingkupi 3,36%
daerah penelitian), sedang (melingkupi 57% daerah penelitian), tinggi (melingkupi
37,96% daerah penelitian), sangat tinggi (melingkupi 1,68% daerah penelitian).
Hasil dari analisis kestabilan lereng didapatkan tingkat kritis (Bowles, 1989) pada
lereng 1 dan 4; labil (Bowles, 1989) pada lereng 2, 3, dan 5. Hasil penelitian
menunjukkan tingkat kerawanan longsor yang diperlukan upaya mitigasi lebih
lanjut.
Kata Kunci: kestabilan lereng, stratigrafi, tanah longsor

Item Type: Tugas Akhir (Skripsi)
Additional Information: FRANDY (Penulis-111.200.146) ; Sari Bahagiarti K (Pembimbing)
Uncontrolled Keywords: kestabilan lereng, stratigrafi, tanah longsor
Subjek: Q Science > QE Geology
Divisions: Fakultas Teknologi Mineral dan Energi > (S1) Teknik Geologi
Depositing User: A.Md Eko Suprapti
Date Deposited: 18 Nov 2025 06:23
Last Modified: 18 Nov 2025 06:23
URI: http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/45513

Actions (login required)

View Item View Item