Sukmawati, Fredita (2025) KARAKTERISTIK SEDIMEN LAUT DAN IDENTIFIKASI PALEOKLIMAT PADA KALA HOLOSEN BERDASARKAN DATA INTI BOR EW17-11 DI PERAIRAN PULAU SIMEULUE, ACEH. Skripsi thesis, UPN "Veteran"Yogyakarta.
|
Text
2_Cover_111210085_Fredita Sukmawati.pdf Download (133kB) |
|
|
Text
3_Abstrak_111210085_Fredita Sukmawati.pdf Download (223kB) |
|
|
Text
4_Halaman Pengesahan_111210085_Fredita Sukmawati.pdf Download (415kB) |
|
|
Text
5_Daftar Isi_111210085_Fredita Sukmawati.pdf Download (276kB) |
|
|
Text
6_Daftar Pustaka_111210085_Fredita Sukmawati.pdf Download (209kB) |
|
|
Text
1_Skripsi Full_111210085_Fredita Sukmawati.pdf Restricted to Repository staff only Download (19MB) |
Abstract
Perairan Pulau Simeulue di barat Sumatra memiliki peran strategis dalam merekam
perubahan iklim masa lalu karena lokasinya yang berbatasan langsung dengan
Samudra Hindia. Sedimen laut di kawasan ini berfungsi sebagai arsip alami
paleoklimat selama Holosen. Holosen merupakan periode transisi penting dari
Zaman Es ke iklim modern. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik
sedimen serta merekonstruksi kondisi paleoklimat kala Holosen di perairan timur
Pulau Simeulue yang letaknya lebih dekat dengan daratan, sehingga
memungkinkan identifikasi pengaruh daratan secara lebih jelas. Penelitian
menggunakan sampel inti sedimen sepanjang 108 cm dari Ekspedisi Widya
Nusantara 2017 di koordinat 95º 58’ 183” BT dan 2º 59’ 501” LU pada kedalaman
406 m di bawah permukaan laut. Penelitian menggunakan pendekatan multiproksi
meliputi analisis ukuran butir, X-Ray Fluorescence (XRF), Loss on Ignition (LOI),
dan foraminifera. Analisis besar butir untuk mengetahui karakteristik sedimen
berupa mean, sortasi, skewness, dan kurtosis, serta proses transportasi dan
mekanisme pengendapan, sedangkan analisis XRF untuk mengetahui kandungan
unsur kimia terkait curah hujan. Analisis LOI untuk mengatahui kandungan karbon
dan karbonat total sebagai indikator iklim, sedangkan analisis foraminifera untuk
menafsirkan umur relatif, kelimpahan, serta lingkungan pengendapan. Integrasi
keempat data proksi digunakan untuk merekonstruksi paleoklimat pada daerah
penelitian. Sedimen di lokasi penelitian terdiri dari tiga fasies berukuran lanau
hingga pasir sangat halus. Sedimen terendapkan di batial tepi dalam lingkungan
tenang berenergi rendah melalui pelagic suspension pada kala Holosen. Terdapat
tiga pola unsur kimia, tiga pola karbon dan karbonat, serta 17 spesies foraminifera
planktonik dan 25 genus bentonik. Rekonstruksi menunjukkan tiga periode
perubahan iklim dengan asosiasi iklim global yang terekam, yaitu: 8.2 ka event,
Holocene Thermal Maximum, 4.2 ka event, dan Medieval Climatic Optimum.
Kata kunci: Holosen, Multiproksi, Paleoklimat, Sedimen laut, Simeulue
| Item Type: | Tugas Akhir (Skripsi) |
|---|---|
| Additional Information: | Fredita Sukmawati (Penulis - 111210085); Istiana (Pembimbing 1); Purna Sulastya Putra (Pembimbing) |
| Uncontrolled Keywords: | Holosen, Multiproksi, Paleoklimat, Sedimen laut, Simeulue |
| Subjek: | T Technology > TN Mining engineering. Metallurgy |
| Divisions: | Fakultas Teknologi Mineral dan Energi > (S1) Teknik Geologi |
| Depositing User: | UPA Perpustakaan |
| Date Deposited: | 18 Nov 2025 06:21 |
| Last Modified: | 18 Nov 2025 06:21 |
| URI: | http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/45511 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
