SILAWANE, FAHMI HUSEIN (2025) GEOLOGI, ALTERASI DAN PARAGENESA MINERALISASI PADA ENDAPAN HIDROTERMAL DAERAH AIR BESAR DAN SEKITARNYA, KABUPATEN LANDAK, PROVINSI KALIMANTAN BARAT. Skripsi thesis, UPN Veteran Yogyakarta.
|
Text
1_Skripsi Full_111210142_Fahmi Husein Silawane.pdf Restricted to Repository staff only Download (270MB) |
|
|
Text
2_Cover_111210142_Fahmi Husein Silawane.pdf Download (186kB) |
|
|
Text
3_Abstrak_111210142_Fahmi Husein Silawane.pdf Download (264kB) |
|
|
Text
4_Halaman Pengesahan_111210142_Fahmi Husrin Silawane.pdf Download (302kB) |
|
|
Text
6_Daftar Pustaka_111210142_Fahmi Husein Silawane.pdf Download (243kB) |
|
|
Text
5_Daftar Isi_111210142_Fahmi Husein Silawane.pdf Download (275kB) |
Abstract
ABSTRAK
GEOLOGI, ALTERASI DAN PARAGENESA MINERALISASI
PADA ENDAPAN HIDROTERMAL DAERAH AIR BESAR DAN
SEKITARNYA, KABUPATEN LANDAK, PROVINSI
KALIMANTAN BARAT
Provinsi Kalimantan Barat merupakan daerah yang memiliki potensi dengan
sumber daya alam, khususnya pada komoditas emas, di kecamatan Air Besar
Kabupaten Landak, ditemukan lokasi pertambangan emas ilegal. Namun penelitian
ataupun kegiatan eksplorasi terkait alterasi dan mineralisasi pada Kabupaten
Landak masih sangat minim. Penelitian ini dikhususkan pada kegiatan pemetaan
persebaran alterasi dan mineralisasi pada endapan hidrotermal, untuk mengetahui
sebaran endapan hidrotermal, jenis alterasi yang terbentuk dan paragenesa
mineralisasi, untuk mengetahui proses terbentuknya mineral bijih, sehingga dapat
diaplikasikan untuk kegiatan eksplorasi dan produksi. Penelitian dilakukan dengan
metode pemetaan geologi permukaan dengan data yang diperoleh berupa data
litologi, alterasi dan mineralisasi, struktur geologi dan pengamatan geomorfologi,
dari data yang diperoleh dilakukan analisis laboratorium, berupa analisis XRD,
analisis petrografi, analisis mineragrafi dan analisis stereografis. Daerah penelitian
berada pada Kecamatan Air Besar dan sekitarnya, Kabupaten Landak, Provinsi
Kalimantan Barat dengan stratigrafi daerah penelitian tersusun atas Satuan serpih
Pedawan berumur Kapur, Satuan konglomerat Kayan berumur Paleosen-Eosen
Atas, Intrusi andesit Sintang dan Intrusi diorit Sintang yang berumur Oligosen
Akhir-Miosen Tengah. Morfologi pada daerah penelitian didominasi oleh bentuk
asal vulkanik dan struktural yang dicirikan dengan pola pengaliran radial dan
subdendritik. Tegasan utama yang membentuk sesar pada daerah penelitian berarah
Barat Laut - Tenggara dan Utara - Selatan. Alterasi yang berkembang pada daerah
penelitian dibagi menjadi 5 zona alterasi yaitu zona potasik (Biotit ± Aktinolit ±
Ortoklas ± Klorit ± Kuarsa), zona propilitik (Klorit ± Epidot ± Albit ± Kuarsa),
zona filik (Serisit ± Albit ± Muskovit ± Kuarsa), zona argilik (Illit ± Kuarsa) dan
zona silisik (Kuarsa). Mineralisasi pada daerah penelitian dibagi menjadi 2
berdasarkan golongan mineralnya yaitu mineral sulfida (pirit, kalkopirit,
arsenopirit, sfalerit) dan mineral oksida (magnetit dan hematit). Paragenesa
mineralisasi pada daerah penelitian dibagi menjadi 2 sekuen paragenesa yaitu
prograde dan retrograde pada tahap prograde terbentuk mineral bijih berupa
magnetit, kalkopirit dan pirit. Tahap retrograde membentuk mineral bijih berupa
pirit, arsenopirit, hematit dan sfalerit.
Kata kunci: Alterasi, Landak, Mineralisasi, Paragenesa, Porfiri
vii
ABSTRACT
GEOLOGY, ALTERATION AND PARAGENESIS OF
MINERALIZATION IN HYDROTHERMAL DEPOSITS IN THE
AIR BESAR AND SURROUNDING AREAS, LANDAK
REGENCY, WEST KALIMANTAN
West Kalimantan Province is a very potential area with natural resources,
especially in gold commodities, in Air Besar District, Landak Regency, an illegal
gold mining location was found. However, research or exploration activities
related to alteration and mineralization in Landak Regency are still very minimal.
This study is specifically focused on mapping the distribution of alteration and
mineralization in hydrothermal deposits, to determine the distribution of
hydrothermal deposits, the types of alteration formed and the paragenesis of
mineralization, to determine the process of ore mineral formation, so that it can be
applied to exploration and production activities. The study was conducted using the
surface geological mapping method with data obtained in the form of lithology
data, alteration and mineralization, geological structures and geomorphological
observations, from the data obtained laboratory analysis was carried out, in the
form of XRD analysis, petrographic analysis, mineragraphic analysis and
stereographic analysis. The research area is located in Air Besar District and its
surroundings, Landak Regency, West Kalimantan Province with the stratigraphy of
the research area consisting of the Pedawan Shale Unit of Cretaceous age, the
Kayan Conglomerate Unit of Paleocene-Upper Eocene age, the Sintang Andesite
Intrusion and the Sintang Diorite Intrusion of Late Oligocene-Middle Miocene age.
The morphology of the research area is dominated by volcanic and structural origin
forms characterized by radial and subdendritic flow patterns. The main stresses
that form faults in the research area are northwest-southeast and north-south.
Alteration that developed in the research area is divided into 5 alteration zones,
namely potassic zone (Biotite ± Actinolite ± Orthoclase ± Chlorite ± Quartz),
propylitic zone (Chlorite ± Epidote ± Albite ± Quartz), phyllic zone (Sericite ±
Albite ± Muscovite ± Quartz), argillic zone (Illite ± Quartz) and silicic zone
(Quartz). Mineralization in the research area is divided into 2 based on the mineral
group, namely sulfide minerals (pyrite, chalcopyrite, arsenopyrite, sphalerite) and
oxide minerals (magnetite and hematite). The paragenesis of mineralization in the
research area is divided into 2 paragenesis sequences, namely prograde dan
retrograde. in the prograde stage ore minerals are formed in the form of magnetite,
chalcopyrite, and pyrite. The retrograde stage forms ore minerals in the form of
pyrite, arsenopyrite, hematite and sphalerite.
Keywords: Alteration, Landak, Mineralization, Paragenesis, Porphyry
viii
| Item Type: | Tugas Akhir (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Alteration, Landak, Mineralization, Paragenesis, Porphyry |
| Subjek: | Q Science > QE Geology |
| Divisions: | Fakultas Teknologi Mineral dan Energi > (S1) Teknik Geologi |
| Depositing User: | Eko Yuli |
| Date Deposited: | 17 Nov 2025 03:38 |
| Last Modified: | 17 Nov 2025 03:38 |
| URI: | http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/45479 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
