MODEL PENGENDAPAN FORMASI CIBULAKAN ATAS, AREA “Y”, CEKUNGAN JAWA BARAT UTARA BERDASARKAN DATA SUMUR DAN SEISMIK

FINNEGAN, AGRIPPIN LAMAZ (2019) MODEL PENGENDAPAN FORMASI CIBULAKAN ATAS, AREA “Y”, CEKUNGAN JAWA BARAT UTARA BERDASARKAN DATA SUMUR DAN SEISMIK. Other thesis, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta.

[thumbnail of COVER.pdf]
Preview
Text
COVER.pdf

Download (105kB) | Preview
[thumbnail of HALAMAN PENGESAHAN.pdf]
Preview
Text
HALAMAN PENGESAHAN.pdf

Download (395kB) | Preview
[thumbnail of ABSTRAK.pdf]
Preview
Text
ABSTRAK.pdf

Download (101kB) | Preview
[thumbnail of DAFTAR ISI.pdf]
Preview
Text
DAFTAR ISI.pdf

Download (131kB) | Preview

Abstract

Daerah penelitian merupakan lapangan migas milik PT. Pertamina EP yang
berada pada Sub-Cekungan Jatibarang, Cekungan Jawa Barat Utara. Kavling daerah
telitian memiliki luas ± 379 km
dengan keterdapatan data 4 sumur dan data seismik
tiga dimensi yang merekam gambaran bawah permukaan daerah telitian. Formasi
Cibulakan Atas yang menjadi objek penelitian memiliki ketebalan rata-rata 750
meter.
Penelitian ini membahas mengenai penentuan variasi litologi, analisis fasies
pengendapan, analisis sikuen stratigrafi dan pemetaan bawah permukaan yang
terfokus pada Formasi Cibulakan Atas dengan berdasarkan data bawah permukaan
seperti mudlogging, wireline logging, biostratigrafi dan seismik. Berdasarkan data
sumur, diketahui bahwa variasi litologi yang terdapat pada Formasi Cibulakan Atas
terdiri dari serpih, batulanau, batupasir, batugamping, dan napal. Berdasarkan
analisis dari litologi, elektrofasies, fasies pengendapan dan sikuen stratigrafi,
mekanisme pengendapan pada daerah telitian utamanya berhubungan dengan
transgresi yang ditunjukkan dengan litologi yang menghalus ke arah atas di mana
litologi serpih sangat dominan pada sumur-sumur yang diamati. Hasilnya
menunjukkan bahwa lingkungan pengendapan formasi ini merupakan lingkungan
paparan laut dangkal, dengan asosiasi fasiesnya antara lain: offshore (outer shelf),
offshore transition (inner shelf) dan carbonate shelf dalam rentang umur Miosen
Awal – Miosen Tengah (NN4 – NN6).
Terdapat dua sikuen pengendapan dengan systems tracts yang dapat dikenali
sebagai Transgressive Systems Tracts (TST) dan Highstand Systems Tracts (HST).
Marker atau permukaan sikuen stratigrafi seperti Sequence Boundary, Flooding
Surface, Maximum Flooding Surface dan Transgressive Surface ditentukan dari
analisis data wireline log yang selanjutnya dibuat penampang korelasi. Berdasarkan
marker sikuen yang telah ditentukan, model pengendapan Formasi Cibulakan Atas
terbagi menjadi dua model pengendapan yang didasarkan pada waktu
pembentukannya. Gambaran model pengendapan tersebut menunjukkan kondisi
dan perubahan morfologi daerah penelitian dari setiap fasenya.

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: Formasi Cibulakan Atas, lingkungan pengendapan paparan, sikuen stratigrafi
Subjek: Q Science > QE Geology
Divisions: x. Faculty of Engineering, Science and Mathematics > School of Geography
Depositing User: Nurul Alifah Rahmawati
Date Deposited: 19 Sep 2019 02:19
Last Modified: 19 Sep 2019 02:19
URI: http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/21108

Actions (login required)

View Item View Item