PENGELOLAAN AIR ASAM TAMBANG PADA SISTEM LAHAN BASAH BUATAN (CONSTRUCTED WETLAND) DENGAN MENGGUNAKAN TANAMAN ECENG GONDOK (Eichhornia crassipes) DAN PENAMBAHAN BAHAN ORGANIK

Sekarjannah, Fitri Arum (2019) PENGELOLAAN AIR ASAM TAMBANG PADA SISTEM LAHAN BASAH BUATAN (CONSTRUCTED WETLAND) DENGAN MENGGUNAKAN TANAMAN ECENG GONDOK (Eichhornia crassipes) DAN PENAMBAHAN BAHAN ORGANIK. Other thesis, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta.

[thumbnail of ABSTRAK.pdf]
Preview
Text
ABSTRAK.pdf

Download (185kB) | Preview
[thumbnail of COVER.pdf]
Preview
Text
COVER.pdf

Download (367kB) | Preview
[thumbnail of Lembar pengesahan.pdf]
Preview
Text
Lembar pengesahan.pdf

Download (333kB) | Preview
[thumbnail of Fitri Arum Sekarjannah.pdf] Text
Fitri Arum Sekarjannah.pdf

Download (5MB)

Abstract

Pertambangan batubara adalah kegiatan untuk mengeksploitasi suatu lahan
untuk mendapatkan batubara yang tersimpan di bawah permukaan tanah.
Pertambangan dapat menimbulkan dampak positif dan dampak negatif. Dampak
negatif ini secara otomatis akan mengganggu ekosistem di atasnya, termasuk tata air.
Permasalahan lingkungan dalam aktivitas pertambangan batubara umumnya terkait
dengan Air Asam Tambang (AAT). Tujuan penelitian ini adalah mengetahui
kombinasi bahan organik dan waktu inkubasi terbaik dalam meremediasi air asam
tambang pada lahan basah buatan dengan tanaman eceng gondok. Penelitian ini
dilakukan di areal penambangan batubara di PT. Berau Coal di Tanjungredeb, Berau,
Kalimantan Timur. Kegiatan ini dilakukan pada bulan Juli sampai dengan September
2018. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terbagi (Split Plot). Petak
Utama (Main Plot) adalah perlakuan kombinasi bahan organik yang terdiri dari 4 aras
yaitu: A0 sebagai kontrol (tanpa bahan organik), A1 dengan kombinasi
kompos+serbuk kayu (1:2), A2 dengan kombinasi kompos+serbuk kayu (1:1), A3
kombinasi kompos+serbuk kayu (2:1). Anak petak (Sub Plot) yaitu perlakuan waktu
inkubasi yang terdiri atas 2 aras yakni selama 15 hari dan 33 hari. Analisis data
menggunakan analisis varian (ANOVA) pada taraf 5% yang dilanjutkan dengan uji
Duncan Multiple Range Test (DMRT) dengan taraf 5% bila terdapat beda nyata.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan bahan organik memberikan
pengaruh nyata terhadap kenaikan pH dan penurunan konsentrasi Mn dalam air,
namun berpengaruh tidak nyata terhadap penurunan konsentrasi Fe dalam air.
Kombinasi bahan organik terbaik dalam remediasi air asam tambang pada penelitian
ini adalah dengan kompos+serbuk kayu (2:1) selama inkubasi 33 hari.
Kata kunci : Air asam tambang (AAT), Remediasi, Lahan basah buatan, Bahan
organik, Eceng gondok.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions: Faculty of Engineering, Science and Mathematics > School of Engineering Sciences
Depositing User: Eny Suparny
Date Deposited: 19 Mar 2019 02:44
Last Modified: 05 Apr 2022 06:12
URI: http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/18776

Actions (login required)

View Item View Item