GEOLOGI DAN STUDI PARAGENESA MINERALISASI, DAERAH BAKAN DAN SEKITARNYA, KECAMATAN LOLAYAN, KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW, PROVINSI SULAWESI UTARA

CAHYA, APIT DWI (2017) GEOLOGI DAN STUDI PARAGENESA MINERALISASI, DAERAH BAKAN DAN SEKITARNYA, KECAMATAN LOLAYAN, KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW, PROVINSI SULAWESI UTARA. Other thesis, UPN "VETERAN" YOGYAKARTA.

[img]
Preview
Text
COVER.pdf

Download (108kB) | Preview
[img]
Preview
Text
HALAMAN PENGESAHAN.pdf

Download (349kB) | Preview
[img]
Preview
Text
ABSTRAK.pdf

Download (122kB) | Preview
[img]
Preview
Text
DAFTAR ISI.pdf

Download (237kB) | Preview

Abstract

SARI Lokasi penelitian secara geografis berada pada UTM zona 51N dengan luas area 1.000m2. Pola pengaliran yang berkembang adalah tipe fault trellis dan parallel yang dikontrol oleh struktur, litologi dan morfologi. Bentuk lembah V menandakan stadia muda. Geomorfologi daerah penelitian dibagi menjadi 4 satuan bentuklahan yaitu Lereng Struktural (S1), Pit (H1), Jalan Hauling (H2) dan Drill Pad (H3). Susunan stratigrafi daerah penelitian dari tua ke muda adalah Satuan Lava Andesit (Miosen Akhir), Satuan Tuf (Pliosen), Satuan Breksi Tuf (Pliosen), Satuan Breksi Diatrem, dan Satuan Breksi Hidrotermal. Struktur geologi menjadi faktor penting pengontrol mineralisasi di daerah penelitian. Struktur geologi yang berkembang berupa sesar naik, sesar mendatar kiri, sesar mendatar kanan, sesar turun dan kekar gerus dengan arah umum NW – SE dan arah NE – SW. Himpunan mineral yang dijumpai di lapangan, dapat dibagi menjadi empat zonasi alterasi yaitu Zona Alterasi Silica (kuarsa, tridimit, dan kristobalit), Zona Alterasi Alunite-Kaolin (halloisit, alunit, kaolinit, pirofilit, kuarsa dan dickit), Zona Alterasi Kaolin (kaolinit, illit, monmorillonit, halloisit, klorit, dan dickit), dan Zona Alterasi Chlorite (klorit). Proses mineralisasi di daerah penelitian terdiri dari dua tahap hidrotermal yaitu tahap Volatile-rich Event (fase yang ditandai dengan mulai terbentuknya alterasi), kemudian tahap Liquid-rich Event (pelindian wall rock, pembentukan breksi hidrotermal, serta terdeposisi mineral bijih). Terdapat dua proses pembentukan mineralisasi pada daerah penelitian, yaitu fase mineralisasi secara hipogen dan fase supergen. Mineralisasi Au berkembang pada wall rock bertekstur vuggy, disseminated dan breksi hidrotermal. Tipe endapan mineral pada daerah penelitian termasuk dalam tipe endapan epitrmal sulfidasi tinggi kontrol litologi. Kata kunci : Alterasi, Geologi, Mineralisasi, Paragenesa Mineralisasi, Sulfidasi Tinggi 0

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: Q Science > QE Geology
Divisions: Faculty of Engineering, Science and Mathematics > School of Engineering Sciences
Depositing User: Basir Umaryadi
Date Deposited: 25 Sep 2017 02:57
Last Modified: 25 Sep 2017 02:57
URI: http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/12942

Actions (login required)

View Item View Item