PENENTUAN KONSTANTA BATUAN UTUH ANDESIT DENGAN PENGUJIAN TRIAKSIAL

RASTRA, MOCHAMAD RIZAL (2017) PENENTUAN KONSTANTA BATUAN UTUH ANDESIT DENGAN PENGUJIAN TRIAKSIAL. Other thesis, UPN "Veteran" Yogyakarta.

[thumbnail of COVER.pdf]
Preview
Text
COVER.pdf

Download (148kB) | Preview
[thumbnail of DAFTAR ISI.pdf]
Preview
Text
DAFTAR ISI.pdf

Download (11kB) | Preview
[thumbnail of LEMBAR PENGESAHAN.pdf]
Preview
Text
LEMBAR PENGESAHAN.pdf

Download (247kB) | Preview
[thumbnail of RINGKASAN.pdf]
Preview
Text
RINGKASAN.pdf

Download (160kB) | Preview
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA.pdf] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (140kB)

Abstract

Lokasi penelitian berada di daerah Bantul, Kecamatan Kretek, Pantai Parangtritis. Lokasi ini dipilih karena terdapat singkapan batu andesit berada di sekitar Pantai Parangtritis yang berasal dari aktivitas vulkanis gunung berapi. Adanya aktivitas geologi di daerah tersebut menghasilkan struktur geologi pada massa batuan yang berpengaruh terhadap nilai konstanta batuan di tempat tersebut. Nilai konstanta batuan utuh (mi) dibutuhkan untuk mencari nilai massa batuan yang didapatkan dari hubungan antara tekanan pemampatan dengan tegangan aksial yang didapatkan dari pengujian triaksial. Nilai massa batuan dapat digunakan untuk mencari nilai kohesi (c) dan sudut gesek dalam (φ), sehingga didapatkan dua perbandingan antara nilai kohesi dan sudut gesek dalam untuk batuan utuh dan untuk kondisi massa batuan.
Pada uji triaksial batuan terdapat tekanan pemampatan yang mempengaruhi tegangan aksial. Menurut Astawa Rai (2014) uji triaksial menggunakan beberapa conto batuan, minimum lima conto yang kemudian diberi tekanan pemampatan (σ3) yang berbeda-beda. Pada uji triaksial yang dilakukan menggunakan metode Von Karman dengan diberi tekanan pemampatan (σ3) dan dibebani secara aksial (σ1) sampai runtuh sehingga dari pengujian tersebut membuktikan bahwa karakteristik massa batuan yang berbeda-beda akan mempengaruhi konstanta batuan.
Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan pada penentuan konstanta batuan dengan pengujian triaksial. Semakin meningkatnya nilai tekanan pemampatan yang diberikan menghasilkan nilai tegangan aksial yang meningkat juga, tetapi nilai peningkatannya tidak sesuai dengan kenaikan tekanan pemampatan yang konstan. Kurva tegangan-regangan yang dihasilkan termasuk jenis kedua yaitu regangan yang mengeras setelah mengalami kenaikan yang konstan sesuai dengan teori Diederich (1999). Semakin tinggi nilai tekanan pemampatan yang diberikan pada pengujian triaksial, maka semakin memiliki sifat duktil. Berdasarkan hubungan antara tegangan mayor dengan tegangan minor dihasilkan nilai Brittleness Index yang cukup rendah sebesar 4,71, nilai tersebut menunjukkan bahwa batuan Andesit yang diuji semakin sukar dipisahkan. Hubungan tegangan mayor dengan tegangan minor untuk batuan utuh diperoleh nilai kohesi (c) sebesar 14 MPa dan 40,75˚ untuk nilai sudut gesek dalam (φ). Konstanta batuan yang diperoleh dari pengujian triaksial sebesar 19,909. Konstanta batuan digunakan untuk mencari parameter massa batuan sehingga dapat menentukan nilai kohesi (c) dan sudut gesek dalam (φ) untuk kondisi massa batuan, yaitu nilai kohesi (c) sebesar 4,684 MPa dan nilai sudut gesek dalam (φ) sebesar 41,83˚.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
Divisions: Faculty of Engineering, Science and Mathematics > School of Engineering Sciences
Depositing User: Eko Yuli
Date Deposited: 19 Jul 2017 04:11
Last Modified: 20 Nov 2023 01:25
URI: http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/12345

Actions (login required)

View Item View Item