Saputri, Mutya Happy (2026) MANAJEMEN KRISIS SEKOLAH RAKYAT YOGYAKARTA DALAM MENANGANI PENGUNDURAN DIRI SISWA. Skripsi thesis, UPN Veteran Yogyakarta.
|
Text
154220089_Cover - Mutya Happy (1).pdf Download (121kB) |
|
|
Text
154220089_Abstrak - Mutya Happy.pdf Download (144kB) |
|
|
Text
154220089_Halaman Pengesahan - Mutya Happy.pdf Download (478kB) |
|
|
Text
154220089_Daftar Isi - Mutya Happy.pdf Download (200kB) |
|
|
Text
154220089_Daftar Pustaka - Mutya Happy.pdf Download (178kB) |
|
|
Text
154220089_Fulltext - Mutya Happy.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
Fenomena pengunduran diri siswa di Sekolah Rakyat Yogyakarta menjadi perhatian publik setelah muncul pemberitaan media yang menyebutkan adanya puluhan siswa yang keluar dari program pendidikan tersebut. Munculya pemberitaan tersebut menimbulkan persepsi krisis yang berdampak pada kepercayaan masyarakat terhadap Sekolah Rakyat sebagai program pendidikan inklusif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis upaya manajemen krisis yang dilakukan Sekolah Rakyat Yogyakarta dalam menangani kasus pengunduran diri siswa, strategi yang digunakan untuk menangani krisis, serta peran Humas dalam mempertahankan reputasi lembaga. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus pada SRMA 19 Bantul dan SRMA 20 Sleman. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Fenomena pengunduran diri siswa berkaitan erat dengan beberapa hal, seperti homesick, kendala adaptasi terhadap sistem sekolah berasrama, aturan yang ketat, keterbatasan akses telepon genggam, kejenuhan, serta faktor keluarga dan ekonomi. Penelitian ini mengidentifikasi perbedaan antara data yang dipublikasikan di media dengan data sekolah. Angka 29 siswa yang diberitakan merupakan data awal sebelum sekolah belum beroperasi dan berkaitan dengan proses rekrutmen oleh Kementerian Sosial. Sedangkan setelah sekolah beroperasi, jumlah siswa yang mengundurkan diri tercatat sebanyak enam siswa di SRMA 19 Bantul. Sekolah menyikapi situasi tersebut melalui pendekatan persuasif, pendampingan siswa, komunikasi dengan orang tua, dan pengelolaan komunikasi publik oleh humas. Berdasarkan SCCT, fenomena ini dikategorikan sebagai accidental crisis dengan strategi diminish dan rebuild, sementara berdasarkan CMPM sekolah telah melaksanakan tahapan identifikasi krisis, respons, pengelolaan inaformasi, serta pemulihan reputasi.
| Item Type: | Tugas Akhir (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Manajemen Krisis, Sekolah Rakyat, Pengunduran Diri Siswa, SCCT, CMPM. |
| Subjek: | H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD28 Management. Industrial Management |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > (S1) Hubungan Masyarakat |
| Depositing User: | UPA Perpustakaan |
| Date Deposited: | 14 Oct 2026 03:58 |
| Last Modified: | 14 Oct 2026 03:58 |
| URI: | http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/49854 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
