MAYASARI, MAIRA (2026) PENENTUAN JUMLAH TENAGA KERJA BAGIAN PRODUKSI ROTI BAKAR MENGGUNAKAN METODE WORKLOAD DAN WORKFORCE ANALYSIS (Studi Kasus di Pabrik Roti Bakar Azhari, Kotagede, Yogyakarta). Skripsi thesis, UPN "Veteran" Yogyakarta.
|
Text
122200018_Cover - MAIRA MAYASARI.pdf Download (153kB) |
|
|
Text
122200018_Abstrak - MAIRA MAYASARI.pdf Download (354kB) |
|
|
Text
122200018_Halaman Pengesahan - MAIRA MAYASARI.pdf Download (868kB) |
|
|
Text
122200018_Daftar Isi - MAIRA MAYASARI.pdf Download (382kB) |
|
|
Text
122200018_Daftar Pustaka - MAIRA MAYASARI.pdf Download (379kB) |
|
|
Text
122200018_Fulltext - MAIRA MAYASARI.pdf Restricted to Repository staff only Download (4MB) |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis beban kerja dan menentukan
jumlah tenaga kerja optimal pada proses produksi menggunakan metode
Workload Analysis (WLA) dan Workforce Analysis (WFA). Permasalahan yang
terjadi adalah ketidakseimbangan beban kerja antar stasiun kerja serta jumlah
tenaga kerja yang belum optimal. Data yang digunakan meliputi jumlah produksi,
waktu baku, dan waktu kerja tersedia pada setiap stasiun kerja.
Hasil perhitungan WLA menunjukkan bahwa terdapat ketidakseimbangan
beban kerja, di mana stasiun kerja pengadonan memiliki beban kerja sebesar 85%,
stasiun kerja pencetakan memiliki beban kerja sebesar 70%, stasiun kerja
pengovenan memiliki beban kerja sebesar 90%, dan stasiun kerja packing
memiliki beban kerja sebesar 36%. Diperusahaan pekerja satu memegang stasiun
kerja pengadonan dan pencetakan, sedangkan pekerja dua memegang stasiun kerja
pengovenan dan packing.
Analisis perbaikan dilakukan melalui tiga skenario, yaitu penambahan jam
lembur, penambahan tenaga kerja menjadi 3 orang, dan penambahan menjadi 4
orang. Hasil analisis menunjukkan bahwa lembur membutuhkan waktu tambahan
sebesar 122,4 jam per bulan atau sekitar 4,9 jam per hari dengan biaya
Rp1.836.000 per bulan, sehingga kurang efektif sebagai solusi utama.
Penambahan tenaga kerja menjadi 4 orang memberikan kondisi kerja yang
optimal dengan beban kerja sebesar 70%, namun meningkatkan biaya menjadi
Rp8.000.000 per bulan. Oleh karena itu, penambahan tenaga kerja menjadi 3
orang dipilih sebagai solusi paling realistis karena mampu menurunkan beban
kerja menjadi 94% dengan biaya Rp6.000.000 per bulan.
Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa metode WLA dan
WFA efektif dalam menentukan kebutuhan tenaga kerja dan meningkatkan
efisiensi kerja. Rekomendasi yang diberikan adalah penambahan tenaga kerja
secara bertahap serta penerapan penyeimbangan beban kerja untuk mencapai
kondisi kerja yang lebih optimal.
Kata kunci: Workload Analysis, Workforce Analysis, beban kerja, tenaga kerja,
efisiensi.
| Item Type: | Tugas Akhir (Skripsi) |
|---|---|
| Additional Information: | MAIRA MAYASARI (Penulis-122200018) ; Irwan Soejanto (Pembimbing) |
| Uncontrolled Keywords: | Workload Analysis, Workforce Analysis, beban kerja, tenaga kerja, efisiensi. |
| Subjek: | T Technology > T Technology (General) |
| Divisions: | Fakultas Teknik Industri > (S1) Teknik Industri |
| Depositing User: | A.Md Eko Suprapti |
| Date Deposited: | 10 Sep 2026 01:56 |
| Last Modified: | 10 Sep 2026 01:56 |
| URI: | http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/49323 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
