HIMAWAN, DIMAS ADHITYA (2025) STUDI KARAKTERISTIK HIDROGEOKIMIA SERTA KELAYAKAN PEMANFAATAN AIRTANAH AKUIFER TERTEKAN UNTUK KEBUTUHAN HIGIENE DAN SANITASI DI CEKUNGAN AIRTANAH (CAT) PURBALINGGA-PURWOKERTO, PROVINSI JAWA TENGAH. Skripsi thesis, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta.
|
Text
1_Skripsi Full_111210053_Dimas Adhitya Himawan.pdf Restricted to Repository staff only Download (5MB) |
|
|
Text
2_Cover_111210053_Dimas Adhitya Himawan.pdf Download (101kB) |
|
|
Text
3_Abstrak_111210053_Dimas Adhitya Himawan.pdf Download (189kB) |
|
|
Text
4_Halaman Pengesahan_111210053_Dimas Adhitya Himawan.pdf Download (536kB) |
|
|
Text
5_Daftar Isi_111210053_Dimas Adhitya Himawan.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
6_Daftar Pustaka_111210053_Dimas Adhitya Himawan.pdf Download (592kB) |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik hidrogeokimia
airtanah akuifer tertekan cekungan airtanah (CAT) Purbalingga-Purwokerto dan
mengetahui kelayakan airtanah untuk penggunaan hygiene dan sanitasi. Daerah
penelitian masuk kedalam CAT Purbalingga-Purwokerto yang mencakup 3
Kabupaten, yaitu Kabupaten Banjarnegara, Kabupaten Purbalingga, dan Kabupaten
Banyumas. Akuifer pada CAT berjenis akuifer tertekan, yaitu ketika akuifer
tertutup oleh batuan impermeabel. Pengambilan data meliputi pengukuran elevasi
muka airtanah (MAT), pengukuran sifat fisik airtanah berupa suhu, dan
pengambilan sampel airtanah untuk dilakukan analisis konsentrasi kandungan
kimia airtanah. Analisis karakteristik hidrogeokimia dan proses yang
mempengaruhinya menggunakan metode diagram stiff, diagram schoeller, dan
diagram piper. Hasil analisis hidrogeokimia menunjukkan bahwa airtanah memiliki
fasies calcium-magnesium bicarbonate, sodium-potassium bicarbonate, dan
sodium-potassium chloride-sulphate. Diagram Stiff dibagi menjadi 3 Grup. Grup 1
menunjukkan unsur Na
dan Ca
+
-
dan HCO3
yang tinggi, Grup 2 menunjukkan unsur HCO3
-
2+
tinggi. Grup 1
dipengaruhi oleh pelarutan plagioklas pada akuifer batupasir dan pelarutan senyawa
karbonat pada akuifer. Grup 2 dipengaruhi oleh proses pelarutan mineral induk dan
pelapukan CO2 dari zona soil. Grup 3 diakibatkan oleh penyaringan ion atau
pergerakan pelarutan antar formasi. Dari 9 sampel airtanah, terdapat 1 sampel
airtanah yang masuk dalam kategori tidak layak konsumsi, dengan nilai TDS
606,31 mg/L. Rekomendasi untuk penggunaan airtanah pada CAT PurbalinggaPurwokerto
adalah memperhatikan dan mengurangi mikroorganisme serta TDS
dari sampel airtanah.
tinggi, dan Grup 3 menunjukkan unusr Na
+
-
dan Cl
Kata Kunci: Akuifer Tertekan, Cekungan Airtanah, Karakteristik Hidrogeokimia,
Kelayakan Airtanah, Purbalingga-Purwokerto
| Item Type: | Tugas Akhir (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Akuifer Tertekan, Cekungan Airtanah, Karakteristik Hidrogeokimia, Kelayakan Airtanah, Purbalingga-Purwokerto |
| Subjek: | Q Science > QE Geology |
| Divisions: | Fakultas Teknologi Mineral dan Energi > (S1) Teknik Geologi |
| Depositing User: | Eny Suparny |
| Date Deposited: | 27 Jan 2026 04:11 |
| Last Modified: | 27 Jan 2026 04:11 |
| URI: | http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/46820 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
