ANALISIS WACANA KRITIS TENTANG OBJEKTIFIKASI ATLET OLAHRAGA PEREMPUAN PADA PEMBERITAAN OLIMPIADE PARIS 2024 DI OKEZONE SPORTS

RAZAQA HARIZ, . (2025) ANALISIS WACANA KRITIS TENTANG OBJEKTIFIKASI ATLET OLAHRAGA PEREMPUAN PADA PEMBERITAAN OLIMPIADE PARIS 2024 DI OKEZONE SPORTS. Skripsi thesis, UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL VETERAN YOGYAKARTA.

[thumbnail of Cover_153210056.pdf] Text
Cover_153210056.pdf

Download (139kB)
[thumbnail of Abstrak_153210056.pdf] Text
Abstrak_153210056.pdf

Download (166kB)
[thumbnail of Halaman Pengesahan_153210056.pdf] Text
Halaman Pengesahan_153210056.pdf

Download (396kB)
[thumbnail of Daftar Isi_153210056.pdf] Text
Daftar Isi_153210056.pdf

Download (128kB)
[thumbnail of Daftar Pustaka_153210056.pdf] Text
Daftar Pustaka_153210056.pdf

Download (259kB)
[thumbnail of Fulltext_153210056.pdf] Text
Fulltext_153210056.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)
Official URL: https://www.upnyk.ac.id/

Abstract

ABSTRAK
Penelitian ini berjudul “Analisis Wacana Kritis tentang Objektifikasi Atlet
Olahraga Perempuan pada Pemberitaan Olimpiade Paris 2024 di Okezone Sports.”
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena maraknya objektifikasi terhadap atlet
perempuan dalam pemberitaan media daring Indonesia selama penyelenggaraan
Olimpiade Paris 2024, khususnya pada portal Okezone Sports, yang lebih sering
menonjolkan aspek fisik daripada prestasi olahraga. Padahal, ajang Olimpiade
merupakan momentum penting yang idealnya menampilkan nilai sportivitas,
profesionalisme, dan kesetaraan gender. Namun, media daring yang berorientasi
pada komersialisasi dan daya tarik visual justru mendorong praktik objektifikasi
demi menarik perhatian audiens. Penelitian ini menggunakan paradigma kritis
dengan pendekatan kualitatif dan metode Analisis Wacana Kritis Sara Mills.
Analisis difokuskan pada posisi subjek, objek, dan pembaca (reader position)
dalam teks berita, serta didukung dengan konsep mistik feminin dari Betty Friedan
dan male gaze dari Laura Mulvey. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Okezone
Sports masih mereproduksi wacana objektifikasi terhadap atlet perempuan melalui
penggunaan diksi yang menonjolkan kecantikan, tubuh, dan daya tarik visual.
Posisi pembaca dibentuk untuk mengadopsi cara pandang maskulin yang melihat
atlet perempuan sebagai objek visual, bukan subjek berprestasi. Kesimpulannya,
Okezone Sports secara tidak langsung memperkuat wacana gender yang
subordinatif terhadap perempuan dalam ranah olahraga. Penelitian ini diharapkan
dapat menjadi refleksi bagi media dan jurnalis agar lebih sensitif terhadap isu
kesetaraan gender dalam praktik pemberitaan olahraga.
Kata kunci: Analisis Wacana Kritis, Objektifikasi, Atlet Perempuan, Media
Daring, Okezone Sports.

Item Type: Tugas Akhir (Skripsi)
Additional Information: RAZAQA HARIZ (Penulis = 153210056) MEIKE LUSYE KAROLUS (Pembimbing)
Uncontrolled Keywords: Analisis Wacana Kritis, Objektifikasi, Atlet Perempuan, Media Daring, Okezone Sports.
Subjek: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform
H Social Sciences > HT Communities. Classes. Races
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > (S1) Ilmu Komunikasi
Depositing User: Bayu Pambudi
Date Deposited: 09 Jan 2026 06:24
Last Modified: 09 Jan 2026 06:24
URI: http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/46531

Actions (login required)

View Item View Item