Latar Belakang Pembukaan Hubungan Diplomatik Maroko-Israel Tahun 2020

RAEPILENO PANGGAH WIGOTRO, . (2025) Latar Belakang Pembukaan Hubungan Diplomatik Maroko-Israel Tahun 2020. Skripsi thesis, UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL VETERAN YOGYAKARTA.

[thumbnail of 1_Cover_151210133.pdf] Text
1_Cover_151210133.pdf

Download (89kB)
[thumbnail of 2_Abstrak_151210133.pdf] Text
2_Abstrak_151210133.pdf

Download (140kB)
[thumbnail of 3_Halaman Pengesahan_151210133.pdf] Text
3_Halaman Pengesahan_151210133.pdf

Download (205kB)
[thumbnail of 4_Daftar Isi_151210133.pdf] Text
4_Daftar Isi_151210133.pdf

Download (148kB)
[thumbnail of 5_Daftar Pustaka_151210133.pdf] Text
5_Daftar Pustaka_151210133.pdf

Download (257kB)
[thumbnail of 6_Skripsi Full_151210133.pdf] Text
6_Skripsi Full_151210133.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
Official URL: http://upnyk.ac.id

Abstract

ABSTRAK
Penelitian ini menganalisis latar belakang keputusan Maroko untuk membuka kembali hubungan diplomatik dengan Israel pada tahun 2020 dengan menggunakan kerangka teori kepentingan nasional Jack C. Plano dan Roy Olton. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif melalui studi pustaka, dengan fokus pada faktor politik, keamanan, dan ekonomi yang memengaruhi kebijakan luar negeri Maroko. Hasil penelitian menunjukkan adanya tiga faktor utama. Pertama, faktor keutuhan wilayah, khususnya sengketa Sahara Barat, di mana pembukaan hubungan dengan Israel menghasilkan pengakuan Amerika Serikat atas kedaulatan Maroko di wilayah tersebut. Kedua, faktor keamanan, yaitu kerja sama dengan Israel dalam bidang teknologi militer, intelijen, dan keamanan siber untuk menghadapi ancaman separatis dan ketidakstabilan regional. Ketiga, faktor ekonomi, meliputi diversifikasi perdagangan, peluang investasi, serta pemanfaatan teknologi Israel dalam pertanian, energi terbarukan, dan pengelolaan air. Pemerintahan negara Maroko memanfaatkan isu Sahara Barat dan insentif diplomatik untuk memperkuat persatuan nasional serta mengelola resistensi publik yang pro-Palestina. Dengan demikian, pembukaan hubungan Maroko–Israel bukan hanya mencerminkan kerja sama bilateral, tetapi juga strategi realistis Maroko untuk mempertahankan kelangsungan hidup bangsa, memperkokoh kedaulatan, serta meningkatkan posisi geopolitik di tengah dinamika politik internasional.
Kata kunci: Maroko, Israel, Abraham Accords, Sahara Barat, Kepentingan Nasional

Item Type: Tugas Akhir (Skripsi)
Additional Information: RAEPILENO PANGGAH WIGOTRO (Penulis - 151210133) HARMIYATI (Pembimbing)
Uncontrolled Keywords: Maroko, Israel, Abraham Accords, Sahara Barat, Kepentingan Nasional
Subjek: J Political Science > JF Political institutions (General)
J Political Science > JQ Political institutions Asia
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > (S1) Ilmu Hubungan Internasional
Depositing User: Indah Lestari
Date Deposited: 05 Jan 2026 07:40
Last Modified: 05 Jan 2026 07:40
URI: http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/46495

Actions (login required)

View Item View Item