ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES PADA MURAL KRITIK SOSIAL DI JALAN AGRO, CATURTUNGGAL, SLEMAN

Ikhsan Fatkhurrohman Dahlan, . (2025) ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES PADA MURAL KRITIK SOSIAL DI JALAN AGRO, CATURTUNGGAL, SLEMAN. Skripsi thesis, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta.

[thumbnail of 1_Cover_153210102.pdf] Text
1_Cover_153210102.pdf

Download (173kB)
[thumbnail of 2_Abstrak_153210102.pdf] Text
2_Abstrak_153210102.pdf

Download (10kB)
[thumbnail of 3_Halaman Pengesahan_153210102.pdf] Text
3_Halaman Pengesahan_153210102.pdf

Download (251kB)
[thumbnail of 4_Daftar Isi_153210102.pdf] Text
4_Daftar Isi_153210102.pdf

Download (69kB)
[thumbnail of 5_Daftar Pustaka_153210102.pdf] Text
5_Daftar Pustaka_153210102.pdf

Download (160kB)
[thumbnail of 6_Skripsi Full_153210102.pdf] Text
6_Skripsi Full_153210102.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (6MB)
Official URL: https://upnyk.ac.id/

Abstract

Mural bukan hanya sebuah karya seni biasa yang ditemukan di pinggir jalan atau dinding suatu bangunan. Di samping fungsinya untuk memperindah, mural juga menjadi salah satu media komunikasi untuk menyampaikan ide, gagasan, maupun kritik terhadap suatu permasalahan, seperti mural bernada kritik sosial yang ditemukan di Jalan Agro, Caturtunggal, Sleman. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pesan dan makna yang terkandung dalam mural di Jalan Agro, Caturtunggal, Sleman digunakan sebagai kritik sosial melawan kekuasaan yang dominan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang mengacu pada paradigma kritis. Penelitian ini mencoba mengungkap pesan dan makna yang terkandung dalam mural di Jalan Agro menggunakan teori semiotika Roland Barthes. Hasil pemaknaannya kemudian dipadukan dengan resistensi James C. Scott dan teori hegemoni Gramsci untuk menyelidiki bagaimana pesan dan makna di dalamnya digunakan untuk melawan kekuasaan yang dominan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mural-mural memiliki pesan dan makna tersembunyi pada tingkat denotatif, konotatif, dan mitos yang saling berkaitan satu dengan lainnya membentuk dua isu besar tentang kapitalisme dan spesiesisme. Mural dikategorikan sebagai bentuk everyday form of resistance atau perlawanan sehari-hari melawan hegemoni. Konteks ruang Jalan Agro diasosiasikan sebagai sebuah ruang perlawanan seiring dengan kemunculan mural-mural bernada kritik sosial di daerah tersebut.

Kata Kunci: Mural, Semiotika Roland Barthes, Resistensi, Hegemoni

Item Type: Tugas Akhir (Skripsi)
Additional Information: Ikhsan Fatkhurrohman Dahlan (Penulis - 153210102) ; Meike Lusye Karolus (Pembimbing)
Uncontrolled Keywords: Mural, Semiotika Roland Barthes, Resistensi, Hegemoni
Subjek: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform
N Fine Arts > N Visual arts (General) For photography, see TR
N Fine Arts > NX Arts in general
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > (S1) Ilmu Komunikasi
Depositing User: Bayu Pambudi
Date Deposited: 31 Dec 2025 03:08
Last Modified: 31 Dec 2025 03:08
URI: http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/46480

Actions (login required)

View Item View Item