PENGENDALIAN KUALITAS KERAMIK LANTAI UNTUK MEMINIMASI DEFECT PRODUCT DENGAN METODE SIX SIGMA DAN GREY FAILURE MODE EFFECT ANALYSIS (G-FMEA) (Studi Kasus di PT Keramika Indonesia Asosiasi Tbk di Karawang)

RIZKY, CHAIRUNISA VANIA (2023) PENGENDALIAN KUALITAS KERAMIK LANTAI UNTUK MEMINIMASI DEFECT PRODUCT DENGAN METODE SIX SIGMA DAN GREY FAILURE MODE EFFECT ANALYSIS (G-FMEA) (Studi Kasus di PT Keramika Indonesia Asosiasi Tbk di Karawang). Other thesis, UPN "Veteran" Yogyajarta.

[thumbnail of 1. FullText Skripsi_122190068_Chairunisa Vania Rizky.pdf] Text
1. FullText Skripsi_122190068_Chairunisa Vania Rizky.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)
[thumbnail of 2. Cover Skripsi_122190068_Chairunisa Vania Rizky.pdf] Text
2. Cover Skripsi_122190068_Chairunisa Vania Rizky.pdf

Download (102kB)
[thumbnail of 3. Lembar Pengesahan Skripsi_122190068_Chairunisa Vania Rizky.pdf] Text
3. Lembar Pengesahan Skripsi_122190068_Chairunisa Vania Rizky.pdf

Download (180kB)
[thumbnail of 4. Daftar Isi Skripsi_122190068_Chairunisa Vania Rizky.pdf] Text
4. Daftar Isi Skripsi_122190068_Chairunisa Vania Rizky.pdf

Download (67kB)
[thumbnail of 5. Abstrak Skripsi_122190068_Chairunisa Vania Rizky.pdf] Text
5. Abstrak Skripsi_122190068_Chairunisa Vania Rizky.pdf

Download (58kB)
[thumbnail of 6. Daftar Pustaka Skripsi_122190068_Chairunisa Vania Rizky.pdf] Text
6. Daftar Pustaka Skripsi_122190068_Chairunisa Vania Rizky.pdf

Download (79kB)

Abstract

ix
ABSTRAK
PT Keramika Indonesia Asosiasi Tbk merupakan perusahaan manufaktur
keramik yang berada di Kawasan Industri Surya Cipta Karawang. PT Keramika Indonesia
Asosiasi Tbk (PT KIA Tbk) memproduksi berbagai macam keramik, seperti ubin dinding,
ubin lantai dan genting, dinding dan lantai keramik. Pada tahun 2022, PT KIA Tbk
memproduksi keramik lantai dengan persentase jumlah cacat sekitar 21% dari total
produksi. Cacat produk yang dihasilkan pada proses produksi keramik lantai juga
beragam. Berdasarkan hasil penelitian, cacat paling banyak adalah broken (gompel),
crack (retak), peeled (kelupas), dimension (dimensi/ukuran), dan crawling (ceker ayam).
Metode yang digunakan untuk pengendalian kualitas dan mengatasi defect
product adalah metode Six Sigma dengan pendekatan DMAIC (Define, Meassure,
Analyze, Improve dan Control), metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) serta
Grey Relation Analysis (GRA). Setelah dilakukan penelitian dan pengolahan data, dapat
diketahui bahwa DPMO dan nilai sigma pada proses produksi keramik lantai adalah
sebesar 38.251,43 dan 3,27. Setelah dilakukan perbaikan, nilai DPMO menurun sehingga
menyebabkan nilai sigma mengalami peningkatan yaitu menjadi 31.829,06 dan 3,36.
Pengukuran tingkat prioritas menggunakan metode FMEA menghasilkan 5 urutan
berdasarkan 5 jenis cacat yang paling banyak. Setelah dilakukan pengurutan, terdapat 2
prioritas perbaikan yang memiliki RPN yang sama, namun bobot masing-masing faktor
(occurency, severity dan detection) berbeda. Maka dari itu perlunya penggunaan metode
GRA agar dapat membantu kelemahan metode FMEA. Setelah dilakukan perhitungan
GRA, maka seluruh prioritas perbaikan memiliki GRPN yang berbeda sehingga dapat
diurutkan dari yang terkecil hingga terbesar.
Setelah dilakukan perbaikan, terbukti bahwa solusi perbaikan yang diberikan
berdampak positif karena mengurangi jumlah cacat produksi keramik lantai. Jika
perbaikan dilakukan secara terus-menerus maka akan meningkatkan tingkat pencegahan
penyebab terjadinya kecacatan, maka perusahaan dapat mencapai tingkat kualitas yang
tinggi dan mencapai target Six Sigma.
Kata kunci: Cacat produk, DMAIC, FMEA, GRA, Six Sigma
x
ABSTRACT
PT Keramika Indonesia Association Tbk is a ceramic manufacturing company
located in Surya Cipta Industrial Area, Karawang. PT Keramika Indonesia Association
Tbk (PT KIA Tbk) produces various kinds of ceramics, such as wall tiles, floor tiles and
tiles, ceramic walls and floors. In 2022, PT KIA Tbk produces floor ceramics with a
defect percentage of around 21% of total production. Product defects that produced in
the floor ceramic production process also come in various kinds. Based on the research
results, the most common defects are broken, cracked, peeled, dimension and crawling.
Method that used to control quality and overcome product defects is Six Sigma
methods with DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve and Control) approach ,
Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) methods and Gray Relation Analysis (GRA)
methods. After conducting research and data processing, it can be seen that the DPMO
and sigma values in the floor ceramic production process are 38,251.43 and 3.27. After
improvements were made, the DPMO value decreased, causing the sigma value to
increase, which is 31,829.06 and 3.36. Measurement of priority levels using the FMEA
method produces 5 orders based on the 5 most common types of defects. After sorting,
there are 2 priority improvements that have the same RPN, but the weight of each factor
(occurency, severity and detection) is different. Therefore, it is necessary to use the GRA
method to help overcome the weaknesses of the FMEA method. After the GRA calculation
is carried out, all improvement priorities have different GRPNs so they can be sorted
from smallest to largest.
After repairs were carried out, it was proven that the repair solution provided
had a positive impact because it reduced the number of floor ceramic production defects.
If improvements are carried out continuously, it will increase the level of prevention of
causes of defects, then the company can achieve a high level of quality and achieve the
Six Sigma target.
Keywords: DMAIC, FMEA, GRA, product defects, Six Sigma

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: DMAIC, FMEA, GRA, product defects, Six Sigma
Subjects: H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor
Divisions: Faculty of Engineering, Science and Mathematics > School of Chemistry
Depositing User: Eko Yuli
Date Deposited: 21 Nov 2023 03:51
Last Modified: 21 Nov 2023 03:51
URI: http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/38174

Actions (login required)

View Item View Item