PENAKSIRAN CADANGAN BATUGAMPING MENGGUNAKAN METODE CROSS SECTION DAN METODE CONTOUR PADA GUNUNG POKERSO DI PT. SUGIH ALAMANUGROHO, KAB. GUNUNG KIDUL, PROVINSI DIY

RADO, SHELVI (2012) PENAKSIRAN CADANGAN BATUGAMPING MENGGUNAKAN METODE CROSS SECTION DAN METODE CONTOUR PADA GUNUNG POKERSO DI PT. SUGIH ALAMANUGROHO, KAB. GUNUNG KIDUL, PROVINSI DIY. Other thesis, UPN "Veteran" Yogyakarta.

[img] Text
Ringkasan.pdf

Download (20kB)
[img] Text
RESERVES ESTIMATION OF LIMESTONES USING CROSS SECTION METHOD AND CONTOUR METHOD ON MOUNTAIN POKERSO.pdf

Download (19kB)

Abstract

Kebutuhan pasar yang terus meningkat akan permintaan batugamping di PT. Sugih Alamanugroho, Desa Bedoyo, Kecamatan Ponjong, Kabupaten Gunung Kidul, dan cadangan di Gunung Sidowayah yang semakin sedikit, maka dilakukan perhitungan cadangan pada Gunung Pokerso agar setelah cadangan di Gunung Sidowayah habis maka penambangan dapat dilanjutkan di Gunung Pokerso sehingga perusahaan dapat memenuhi permintaaan batugamping. Perhitungan cadangan sangat diperlukan sebelum melakukan kegiatan penambangan. Pemilihan metode perhitungan cadangan sebaiknya dipilih yang murah, cepat, mudah dilaksanakan dan hasil yang representatif. Dalam hal ini dipilih Metode Cross Section dan Metode Contour. Pada Metode Cross Section, dilakukan dengan membuat penampang (sayatan). Sayatan yang dibuat sebanyak 15 sayatan yang terbagi dalam 14 blok, dari sayatan A – A’, sayatan B - B’, sayatan C - C’ sampai dengan sayatan O - O’. Sayatan dibuat berdasarkan atas topografi endapan batugamping yang terdiri dari bagian topografi puncak, lereng, dan lembah, dengan jarak antar sayatan 20 meter. Sedangkan pada Metode Contour, jarak antar kontur adalah 20 meter, terbagi dalam 2 blok yang terdiri dari 3 buah kontur yaitu kontur 430, kontur 410 dan kontur 390. Kontur tertinggi 430 meter di atas permukaan laut dan kontur terendah adalah 390 meter di atas permukaan laut. Adapun pengukuran luas dengan menggunakan bantuan program komputer, yaitu Softwere Autocad dan Quicksurf. Kemudian volume menggunakan Rumus Mean Area dan Rumus Frustum. Berdasarkan estimasi dengan menggunakan Metode Cross Section diperoleh tonase cadangan batugamping terbukti sebesar 1.304.343,18 Ton, sedangkan dengan Metode Contour diperoleh tonase cadangan batugamping terbukti sebesar 1.216.335,25 Ton. Hasil estimasi cadangan dari kedua metode diperoleh nilai estimasi untuk Metode Cross Section yang lebih besar bila dibandingkan dengan Metode Contour, dengan perbedaan hasil estimasi tonasenya yaitu sebesar 88.007,93 Ton. Perhitungan umur tambang didapatkan berdasarkan sasaran produksi yang direncanakan, yaitu 36.288 Ton/tahun. Umur tambang pada Gunung Pokerso menggunakan Metode Cross Section adalah 35,94 tahun  36 tahun, sedangkan Metode Contour adalah 33,52 tahun  34 tahun. Increasing market needs will demand limestones at PT. Sugih Alamanugroho, Bedoyo Village, District Ponjong, Gunung Kidul, and reserves at Mount Sidowayah less and less, then do a calculation of reserves at Mount Pokerso so after reserves at Mount Sidowayah out then mining can proceed in Mount Pokerso so that the company can meet the limestones to the request. Calculation of reserves is necessary before mining operations. The selection of the method of calculation should be selected reserves of cheap, fast, easy to implement and the results are representative. In this case the selected method of Cross Section and Contour Method. In Cross Section Method, conducted by making cross (incision). An incision is made as much as 15 incisions were divided into 14 blocks, from the incision A - A ', incision B - B', incision C - C 'until the incisions O - O'. An incision is made based on the topography of limestone sediment that consists of the topographic crest, slopes and valleys, with the slice spacing of 20 meters. While the method of Contour, contour spacing is 20 feet, divided into two blocks consisting of 3 pieces of the contour of the contours of 430, 410 and contour contour 390. Highest contour 430 meters above sea level and the lowest contour is 390 feet above sea level. The area measurements with the aid of a computer program, which Softwere Autocad and Quicksurf. Then the volume using the formula Mean Area and Frustum Formulas. Based on estimates using the method of Cross Section proven limestone reserves acquired tonnage of 1,304,343.18 tons, while the Contour Method with proven limestone reserves acquired tonnage of 1,216,335.25 tons. The results of both methods of reserve estimation obtained estimated values for Cross Section Method larger than the Contour Method, the estimated difference in the amount of 88007.93 Tons. Got mine life calculation based on planned production targets, ie 36 288 tons / year. Life of the mine at Mount Pokerso using Method Cross Section is 35.94 years  36 years, while the Contour Method was 33.52 years  34 years. Keywords: Limestone, Reserves Estimation, Cross Section Method, Contour Method

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: T Technology > TN Mining engineering. Metallurgy
Divisions: Faculty of Engineering, Science and Mathematics > School of Engineering Sciences
Depositing User: Eko Suprapti
Date Deposited: 08 Jun 2016 01:46
Last Modified: 08 Jun 2016 01:46
URI: http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/3215

Actions (login required)

View Item View Item