Aplikasi Nannoplakton untuk Paleotemperatur di Zona Kendeng

Choiriah, Siti Umiyatun (2020) Aplikasi Nannoplakton untuk Paleotemperatur di Zona Kendeng. Other. Deepublish, Yogyakarta.

[img]
Preview
Text
2a. Buku ISBN_Aplikasi Nannoplankton.pdf

Download (1MB) | Preview
[img] Text
Buku ISBN_Aplikasi Nannoplankton.docx

Download (2MB)

Abstract

Buku “Aplikasi Nannoplankton untuk Interpretasi Paleotemperatur di Zona Kendeng” ini merupakan buku hasil Penelitian Desentralisasi (PUPT) dari Kemenristekdikti 2016. Buku ini akan membahas biostratigrafi nannoplankton untuk menginterpretasi bagaiman pola perubahan paleotemperatur yang terekam dalam batuan sedimen. Nannoplankton termasuk Kingdom Protista, Filum Haptophyta. tersusun dari pelat-pelat kalsit yang diproduksi oleh alga marin bersel satu “coccolithophore” sebagai sel induk “parent cell” nya, hidup di samudra, komposisi gampingan (Calcareous Nannoplankton), ukuran (0,25- 25μm). Nannofosil (fosil nannoplankton) terbukti sangat penting dalam menentukan keberadaan hidrokarbon (Kapid R., 2003), sebagai indikator perubahan iklim global (Sprengel et al., 2002; Bolliet et al., 2011), dan penyusun biostratigrafi (Kapid R., 2003, Hendrizan et al., 2014), dalam Hendrizan et al., 2016). Stratigrafi Zona Kendeng tersusun dari sedimen klastik gampingan yang menerus, sangat tebal dan berumur Oligosen hingga Plistosen, banyak mengandung fosil dan juga terdapat endapan piroklastik. Daerah penelitian meliputi Bojonegoro, Nganjuk dan Jombang, yang terdiri dari Formasi Kerek, Kalibeng, Sonde dan Formasi Klitik, yang berumur Miosen Akhir-Plistosen. Pada umur ini bumi mengalami perubahan iklim secara global (Zaman Es glasial-interglasial), dimana litologi penyusunnya kaya fosil nannoplankton sehingga sangat baik sebagai obyek penelitian. Penelitian ini menggunakan metode pemetaan permukaan, pengukuran stratigrafi terukur vi (Measuremet Section/MS), dan sampling batuan secara representatif. Preparasi sayatan batuan dengan metode poles/smear slide, dan analisis dengan mikroskop polarisasi sejajar nikol dan cross Nikol dengan perbesaran 1000x, dan menggunakan Scanning Electron microscope (SEM). Interpretasi paleotemperature ditentukan berdasarkan pola perkembangan nannofosil kelimpahan (abundance), keragaman nannofosil (diversity), menghitung rasio, mengetahui dimensi spesies tertentu (Coccolithus dan Calcidiscus, dll), dan melakukan identifikasi spesies tertentu sebagai bukti rekaman adanya perubahan paleotemperatur. Beberapa data tersebut diatas juga akan digunakan sebagai dasar menyusun zonasi biostratigrafi nannofosil dan korelasi antar lintasan-lintasan yang dipilih. Perubahan paleotemperatur ini cukup signifikan karena terjadi pada batas Miosen-Pliosen dan batas Pliosen-Plistosen, yang ditandai dengan berubahnya temperatur dingin ke hangat dan Hangat ke dingin. Zona ini disimpulkan sebagai awal terjadinya iklim dingin yang cukup besar ditandai dengan musnahnya genus Discoaster dan munculnya spesies penciri iklim dingin yaitu Gephyrocapsa caribbeanica. Zona dingin ini berada pada satuan batugamping Klitik yang diendapkan pada lingkungan neritik tengah-neritik luar (20-100) meter, sehingga Zaman EsGlasial-Interglasial sangat mempengaruhi keberadaan nannoplankton.

Item Type: Monograph (Other)
Subjects: Q Science > QE Geology
Divisions: Faculty of Engineering, Science and Mathematics > School of Engineering Sciences
Depositing User: Ir., MT SITI UMIYATUN CHOIRIAH
Date Deposited: 08 Sep 2021 10:13
Last Modified: 08 Sep 2021 10:18
URI: http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/26634

Actions (login required)

View Item View Item