EVALUASI JADWAL PELAKSANAAN PROYEK MANUFAKTUR DENGAN MENGGUNAKAN PRECEDENCE DIAGRAM METHOD UNTUK MEMINIMASI WAKTU KETERLAMBATAN PROYEK (Studi kasus pada proyek K2D oleh PT Adyawinsa Stamping Industries, Karawang)

Nugroho, Andika Setyo (2018) EVALUASI JADWAL PELAKSANAAN PROYEK MANUFAKTUR DENGAN MENGGUNAKAN PRECEDENCE DIAGRAM METHOD UNTUK MEMINIMASI WAKTU KETERLAMBATAN PROYEK (Studi kasus pada proyek K2D oleh PT Adyawinsa Stamping Industries, Karawang). Other thesis, UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL 'VETERAN' YOGYAKARTA.

[img]
Preview
Text
3. COVER.pdf

Download (223kB) | Preview
[img]
Preview
Text
5. Daftar isi.pdf

Download (95kB) | Preview
[img]
Preview
Text
2. Abstrak Skripsi.pdf

Download (88kB) | Preview
[img]
Preview
Text
4. Lembar Pengesahan.pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

Dalam pelaksanaan proyek, sering terjadi ketidaksesuaian antara jadwal yang direncanakan dengan apa yang terjadi secara aktual di lapangan yang mengakibatkan keterlambatan dalam penyelesaian proyek tersebut. Keterlambatan pekerjaan suatu proyek tersebut harus diantisipasi dengan melakukan percepatan, namun harus tetap memperhatikan faktor biaya. Alternatif percepatan yang digunakan adalah dengan melakukan penambahan jam kerja (lembur). Analisa dimulai dengan melakukan penyusunan jaringan kerja dengan menggunakan Precedence diagram method (PDM) dengan menggunakan bantuan Microsoft Project 2007. Precedence Diagram Method (PDM) memiliki empat macam hubungan keterkaitan antar kegiatan, sehingga pada penyajiannya diagram kerja metode ini akan tampak lebih sederhana dibandingkan metode lainnya seperti CPM dan PERT. Metode ini juga menampilkan lintasan kritis sehingga jika terjadi keterlambatan pada proyek, prioritas terhadap pekerjaan yang akan dievaluasi dapat dilakukan dengan mudah Percepatan waktu proyek pada pekerjaan yang terdapat pada jalur kritis dilakukan dengan menambahkan 1 jam, 2 jam, hingga 3 jam dari jam kerja normal, sesuai dengan Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia No. KEP. 102/MEN/VI/2004 Pasal 3 tentang waktu lembur. Dengan penambahan 3 jam kerja, pelaksanaan proyek dapat dipercepat menjadi 463 hari dengan biaya tenaga kerja untuk divisi Tool and Making sebesar Rp659.361.098,- atau bertambah sebesar Rp6.962.258,- dari biaya rencana semula. Jika proyek tetap berjalan sesuai rencana, maka perusahaan diharuskan membayar biaya denda sebesar Rp204.640.377,- Kata kunci: Proyek, Precendence Diagram Method (PDM), Percepatan Proyek, Lintasan Kritis, Penambahan Jam kerja, Jaringan Kerja, Biaya Tenaga Kerja, Biaya Denda

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: T Technology > TJ Mechanical engineering and machinery
Divisions: Faculty of Engineering, Science and Mathematics > School of Chemistry
Depositing User: Sarimin Sarimin
Date Deposited: 11 Jan 2018 07:26
Last Modified: 11 Jan 2018 07:26
URI: http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/14132

Actions (login required)

View Item View Item