UPAYA AMERIKA SERIKAT DALAM MENGHADAPI CYBERATTACKS DARI CINA PADA TAHUN 2009-2013

KANNABY Z., AHMAD HAIBAT (2015) UPAYA AMERIKA SERIKAT DALAM MENGHADAPI CYBERATTACKS DARI CINA PADA TAHUN 2009-2013. Other thesis, UPN "Veteran" Yogyakarta.

[img]
Preview
Text
ABSTRAK.pdf

Download (7kB) | Preview

Abstract

ABSTRAK Cyberattack atau yang bisa juga disebut cyberthreat atau cyberterrorism dalam situasi tertentu, adalah jenis manuver ofensif yang digunakan baik oleh individu maupun organisasi yang menargetkan sistem informasi komputer, infrastruktur berbasis komputer, jaringan komputer, dan atau perangkat komputer dengan berbagai cara. Negara yang seringkali bersitegang di dunia maya adalah Amerika Serikat dan Cina. Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) menyatakan Cina seringkali melakukan cyberattack terhadap Amerika Serikat dalam usaha untuk memperoleh informasi mengenai kebijakan luar negeri dan rencana militer Amerika Serikat. Pasca datangnya serangan-serangan peretas dari Cina yang dialami oleh Amerika Serikat, Amerika Serikat beraksi dengan membentuk kampanye peningkatan self defense terhadap cyberattack. Amerika Serikat menyadari bahwa perlu menambah domain baru selain di darat, laut dan udara yang berpotensi memunculkan ancaman-ancaman yang membahayakan Amerika Serikat. Bentuk dari kampanye ini diantaranya adalah pembentukan unit khusus yang menangani hal-hal yang berhubungan dengan cybersecurity yaitu United States Cyber Command, memperkuat kolaborasi lembaga-lembaga pemerintah Amerika Serikat dan melakukan perekrutan sumber daya manusia yang mempunyai kompetensi di bidang cybersecurity. Amerika Serikat sangat menganggap serius ancaman cyberattack. Berbagai upaya telah dilakukan dan dikerahkan oleh Amerika Serikat untuk menghadapi cyberattack agar Amerika Serikat bisa mengurangi dampak buruk yang dihasilkan oleh cyberattack dan tetap aman dari serangan cyberattack. Upaya Amerika Serikat yang lain adalah upaya eksternal karena Amerika Serikat bekerjasama dengan Jepang dan Cina. Sayangnya, kerjasama dengan Jepang dan Cina gagal memenuhi ekspektasi Amerika Serikat dalam hal kemanan jaringan. Dengan demikian Amerika Serikat hanya dapat memperkuat dan mengamankan negaranya dari cyberattack dan berbagai cybercrime dengan cara terus melakukan adaptasi dan pembelajaran terhadap serangan-serangan yang dilancarkan oleh Cina. Kolaborasi antar lembaga pemerintahan yang solid dan penambahan sumber daya manusia yang berkompeten dalam bidang cybersecurity secara kontinu adalah upaya yang paling relevan bagi Amerika Serikat untuk menghadapi cyberattacks yang dilancarkan oleh Cina dan negara lainnya. Kata kunci : Cyberattack, cybercrime, united states cyber command

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: J Political Science > JZ International relations
Divisions: Faculty of Law, Arts and Social Sciences > School of Social Sciences
Depositing User: Eko Suprapti
Date Deposited: 05 Oct 2016 03:01
Last Modified: 05 Oct 2016 03:01
URI: http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/7264

Actions (login required)

View Item View Item