EVALUASI ANTRIAN ALAT ANGKUT KOMATSU HD 785-7 PADA PEMBONGKARAN LAPISAN TANAH PENUTUP TAMBANG BATUBARA PT DARMA HENWA Tbk ASAM ASAM COAL PROJECT KALIMANTAN SELATAN

HAFID FAHRUDINSYAH, MUHAMMAD (2015) EVALUASI ANTRIAN ALAT ANGKUT KOMATSU HD 785-7 PADA PEMBONGKARAN LAPISAN TANAH PENUTUP TAMBANG BATUBARA PT DARMA HENWA Tbk ASAM ASAM COAL PROJECT KALIMANTAN SELATAN. Other thesis, UPN "Veteran" Yogyakarta.

[img]
Preview
Text
RINGKASAN.pdf

Download (11kB) | Preview
[img]
Preview
Text
ABSTRACT.pdf

Download (9kB) | Preview

Abstract

Perusahaan PT. Darma Henwa Tbk site Asam Asam merupakan salah satu perusahaan kontraktor penambangan batubara yang dipercaya oleh PT. Arutmin Indonesia selaku pemegang Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) untuk mengerjakan kegiatan pengupasan lapisan tanah penutup dan penambangan batubara. Lokasi tambang terletak di Desa Asam Asam, Kecamatan Jorong, Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan. Lokasi penelitian dikhususkan pada jalan angkut pit III. Proses pengupasan lapisan tanah penutup di lokasi penelitian masih menggunakan peralatan mekanis. Pengupasan dan pemuatan ke atas bak dump truck Komatsu HD 785-7 dilakukan langsung oleh backhoe EX-Hitachi 2600-6. Target produksi yang harus dicapai oleh rangkaian alat muat dan alat angkut adalah 6.048.000 BCM/tahun. Produksi aktual dari rangkaian alat tersebut hanya 5.670.000 BCM/tahun, sehingga masih terdapat kekurangan 378.000 BCM. Hal ini disebabkan karena adanya waktu hambatan yaitu waktu menunggu truck untuk dimuati yang menyebabkan berkurangnya waktu kerja efektif alat. Nilai match factor yakni 1,15 dengan waktu tunggu alat angkut yakni 2,7 menit. Sedangkan efisiensi kerja alat muat yakni 72,71% sedangkan alat angkut 79,76 %. Upaya perbaikan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi alat angkut Komatsu HD 785-7 antara lain : 1. Adanya upaya perbaikan untuk keserasian alat muat dengan alat angkut dimana nilai match factor sebelum perbaikan sebesar 1,15 kemudian berubah menjadi 1,005. Waktu tunggu alat angkut berubah menjadi 0,1 menit. 2. Upaya perbaikan selanjutnya adalah perbaikan waktu kerja efektif dan efisiensi kerja. Pada perbaikan ini efisiensi kerja pada alat muat mengalami peningkatan menjadi 74,74% dan pada alat angkut menjadi 85,41%. 3. Peningkatan produksi setelah dilakukan perbaikan pada match factor adalah 751BCM/jam, akan tetapi produksi ini tidak mencukupi target produksi perusahaan. Setelah dilakukan perbaikan pada waktu kerja efektif dan efisiensi kerja, didapat produksi sebesar 803 BCM/jam. Produksi ini telah memenuhi target produksi perusahaan sebesar 800BCM/jam.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: T Technology > TN Mining engineering. Metallurgy
Divisions: Faculty of Engineering, Science and Mathematics > School of Engineering Sciences
Depositing User: Eny Suparny
Date Deposited: 11 May 2016 06:55
Last Modified: 18 May 2016 01:25
URI: http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/667

Actions (login required)

View Item View Item