PENYELIDIKAN BIJIH BESI DENGAN METODEGEOLISTRIKTAHANAN JENIS DUA DIMENSI DAN METODE GEOMAGNET DI PT. BATU MULIA PROPINSI SULAWESI SELATAN

P J SEMBIRING, YEREMIA (2015) PENYELIDIKAN BIJIH BESI DENGAN METODEGEOLISTRIKTAHANAN JENIS DUA DIMENSI DAN METODE GEOMAGNET DI PT. BATU MULIA PROPINSI SULAWESI SELATAN. Other thesis, UPN "Veteran" Yogyakarta.

[thumbnail of RINGKASAN.pdf]
Preview
Text
RINGKASAN.pdf

Download (88kB) | Preview
[thumbnail of combinedPDF.pdf] Text
combinedPDF.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (5MB)

Abstract

PT. Batu Muliaberada di Desa Pamuserang, Kecamatan Bontocani,Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. PT. Batu Mulia selaku perusahaan pemilik izin usaha pertambangan ingin melakukan penambangan di lokasi tersebut,
namun belum mengetahui keberadaan dari bijih besi serta kedalaman dan penyebarannya, maka perlu dilakukan suatu kegiatan tahap awal yaitu tahap eksplorasi.
Salah satu metode yang dapat memberikan gambaran bawah permukaan tanah secara umum tanpa penggalian adalah metode geofisika. Metode geofisika yang diterapkan adalah metode geomagnet dan geolistrik. Penyelidikan geolistrik menggunakan konfigurasi Wenner - Schlumberger,
penyelidikan ini dibatasi pada penentuan variasi tahanan jenis bawah tanah secara vertikal maupun horizontal, sedangkan metode geomagnet digunakan
karena bijih besi yang memiliki magnet dapat memberikan gambaran mengenai penyebaran bijih besi yang berada di bawah permukaan berdasarkan anomali
medan magnet.Pengambilan data tahanan jenis ini menggunakan alat Nainura model NRD-22 S, sedangkan geomagnet menggunakan alat magnetometer G816.
Data hasil pengukuran geolistrik diolah dengan Program RES2DINV. Pengolahan data dilakukan dengan pemasukan data kedalam program dan
penggambaran untuk kemudian mendapatkan permodelan 2-Dimensi yang berupa penampang vertikal lintasan geolistrik.Selanjutnya dilakukan
interpretasi model dan nilai tahanan jenis tiap batuan pada penampang vertikal
tersebut. Dari hasil analisa didapatkan penyebaran bijih besi umumnya berada
di daerah Selatan dan Barat penelitian.
Berdasarkan pengambilan, pengolahan dan interpretasi data geomagnet dan geolistrik, terdapat beberapa lintasan pengukuran yang memiliki potensi
bijih besi. Lintasan yang dianggap prospek untuk diteliti lebih lanjut dengan pengeboran inti (
coring) padalintasan : 3, 12, 13, 16, dan 23, dantest pitpada lintasan:4, 8, 15, 17, dan 19

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
Divisions: Faculty of Engineering, Science and Mathematics > School of Engineering Sciences
Depositing User: Eko Yuli
Date Deposited: 11 May 2016 07:09
Last Modified: 11 Oct 2022 02:03
URI: http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/663

Actions (login required)

View Item View Item