POLA KOMUNIKASI GURU DAN MURID DALAM PEMBELAJARAN SENI MUSIK DI WAROENG TOELI YOGYAKARTA

SUPARDIYONO, LANGIT ANGGORO SARI (2016) POLA KOMUNIKASI GURU DAN MURID DALAM PEMBELAJARAN SENI MUSIK DI WAROENG TOELI YOGYAKARTA. Other thesis, UPN "Veteran" Yogyakarta.

[img]
Preview
Text
abstrak fix.pdf

Download (39kB) | Preview

Abstract

ABSTRAK Pendidikan seni merupakan hal yang perlu diberikan kepada Anak Berkebutuhan Khusus seperti anak tuna rungu. Pendidikan seni itu meliputi seni musik, seni tari, seni lukis, dan lain sebagainya. Dalam penyampaian pendidikan ini, dibutuhkan seorang pengajar yang menjadi komunikator untuk mengajarkan seni kepada anak-anak tuna rungu yang ingin belajar di Waroeng Toeli Yogyakarta. Anak tuna rungu dipandang sebelah mata karena keterbatasanya yang tidak dapat mendengar dan sulit untuk berbicara. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pola komunikasi dan memberikan deskripsi tentang bentuk komunikasi antara guru yaitu pengajar dengan siswa atau anak-anak tuna rungu di Waroeng Toeli Yogyakarta. Serta untuk mengetahui hambatan dalam penyampaian atau penjelasan mengenai pendidikan seni yang diberikan pengajar kepada anak-anak tuna rungu. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif, dimana informasi yang didapatkan adalah berupa informasi deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara. Teori yang dipakai dalam penelitian ini adalah Interaksionisme Simbolik. Hasil penelitian menunjukan adanya proses interaksi sosial secara personal antara pengajar dengan anak tuna rungu. Pendidikan seni diajarkan secara personal dengan simbol-simbol tertentu. Pengajar memberikan simbol gerakan menari secara langsung sehingga dapat diikuti oleh anak atau siswa tuna rungu, ada juga dengan cara memperlihatkan gambar visual seorang yang sedang menari agar dilihat oleh siswa tersebut. Selain simbol gerakan, pengajar juga memperlihatkan not not seni musik kepada siswa agar dipahami dan dihafalkan. Pola komunikasi secara vertikal memang sudah terjalin, yaitu antara pengajar dengan anak tuna rungu dalam proses pembelajaran seni. Terjadi hambatan yang berasal dari siswa itu sendiri, yaitu siswa kurang fokus dalam menerima pesan yang disampaikan pengajar Pola komunikasi secara horisontal antara sesama siswa tuna rungu juga terjalin. Keterbatasan pendengaran bukanlah hambatan bagi anak tuna rungu sebagai komunikan yang hanya bisa melihat dan berfikir dalam berinteraksi. Hal ini terlihat dari beberapa anak tuna rungu yang sedang asik berlatih musik jimbe, artinya disini bahwa anak tuna rungu paham bentul tentang arti simbol gerakan ataupun ketukan nada walaupun mereka tidak bisa mendengar. Kata Kunci : Pendidikan Seni, Pengajar, Anak Tuna Rungu, Musik, Waroeng Toeli ABSTRACT Arts education is that needs to be given to children with special needs such as deaf children. Arts education that includes the arts of music, dance, painting, and so forth. In the delivery of this education, it takes a teacher who becomes a communicator to teach the art to deaf children who want to study in Waroeng Toeli Yogyakarta. Deaf children underestimated because who can not hear and hard to talk. The purpose of this study was to determine the patterns of communication and provide a description of the form of communication between teachers, students or teachers with deaf children at Waroeng Toeli Yogyakarta. And toi nvestigate the barriers in the delivery exsplanation regarding arts education given to children teaching the deaf. The method used is qualitative descriptive approach, where the information obtained is in the form of descriptive information. Techniques of data collection is done through observation and interviews. The theory used in this study was Simbolic Interactionism. The result showed the existence of a personal process of social interaction between teachers with deaf children. Arts education is taught personally by certain symbols. Teachers provide direct symbol dance movement so that it can be followed by children or deaf students, there is also a way of showing visual images that are dancing to be seen by the student. In addition to the movement symbol, teachers notes notes also show the art of music to students in order to understand and memoriez. Vertical communication patterns had been established, namely between teachers with deaf children in the learning process art. Occurred obstacles that come from the students themselves, that students are less focused on receiving the message delivered teaching pattern horizontally communication among deaf students are also intertwined. Hearing impairment is not a barrier for deaf children as communicants who can only see and think in interaction. This is evident from some deaf children who are cool Jimbe music practice, it means here that deaf children understand the meaning of the symbol of the movement bentul or knock tone even though they can not hear. Key Word : Arts Education, Teacher, Deaf of Children, Music, Waroeng Toeli

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: H Social Sciences > HE Transportation and Communications
Divisions: Faculty of Law, Arts and Social Sciences > School of Social Sciences
Depositing User: Basir Umaryadi
Date Deposited: 11 May 2016 03:23
Last Modified: 11 May 2016 03:23
URI: http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/631

Actions (login required)

View Item View Item