EVALUASI KUALITAS GROUTING PADA SPLITSETS UNTUK MENDUKUNG KINERJA GROUND SUPPORT DI PROJECT KENCANA UG PT. NUSA HALMAHERA MINERALS

T. PALEBA, JATSER (2012) EVALUASI KUALITAS GROUTING PADA SPLITSETS UNTUK MENDUKUNG KINERJA GROUND SUPPORT DI PROJECT KENCANA UG PT. NUSA HALMAHERA MINERALS. Other thesis, UPN "Veteran" Yogyakarta.

[img] Text
RINGKASAN (ABSTRACT).pdf

Download (20kB)

Abstract

PT. Nusa Halmahera Minerals (NHM) merupakan salah satu perusahaan yang berada di Indonesia dan bergerak dibidang pertambangan emas. Kegiatan Penambangan di PT. NHM dilakukan dengan menggunakan dua sistem yaitu, sistem tambang terbuka dan sistem tambang bawah tanah. Sistem tambang bawah tanah dilakukan dengan metode Underhand Cut and Fill (UHCAF). Penggalian untuk pembuatan terowongan mengakibatkan keseimbangan massa batuan terganggu, sehingga batuan disekitar penggalian tersebut akan runtuh apabila batuan itu tidak mampu menyangga bebannya sendiri. Oleh karena itu diperlukan sistem penyanggaan maupun perkuatan yang sesuai dengan karakteristik dari massa batuan dan struktur geologi yang mempengaruhi batuan tersebut. Sistem penyanggaan dan perkuatan yang diterapkan di PT. NHM merupakan hasil dari analisis dan pengujian yang pernah dilakukan. Salah satu perkuatan yang digunakan adalah splitsets. Splitsets yang digunakan di PT. NHM merupakan hasil modifikasi dengan menggunakan penambahan grouting. Berdasarkan klasifikasi dengan menggunakan Sistem RMR menurut Bieniawski (1989) diperoleh nilai RMR pada lokasi penelitian yaitu 36 untuk Development Area (K1 Sub 8A) yang didominasi oleh batuan andesit hematit dan 25 pada area Sill Ore (K2 Sub 11B) didominasi oleh batuan diorit. Sehingga direkomendasikan menggunakan shotcrete, lapisan shotcrete 100 mm (10 cm) (double shotcrete) kemudian ditambahkan welded mesh dan friction bolts (splitsets) dengan panjang 2,4 m atau 3 m. Pencampuran material grout yang digunakan pada lokasi penelitian telah sesuai standar yaitu w/c ratio 0,35-0,4. Setelah spilsets dipasang dan digrouting dilakukan uji pull out test, kekuatan akhir dari splitsets yang diterapkan di lokasi penelitian pada umumnya tidak dapat memenuhi standar yang telah ditetapkan oleh PT. NHM yaitu 3,3 ton/m (8 ton untuk splitsets dengan panjang 2,4 m). Namun ada beberapa conto yang mendapatkan nilai bond strength diatas standar 3,3 ton/m dengan nilai faktor keamanan lebih besar dari 1,3. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai bond strength berbanding lurus dengan panjang splitsets yang digrouting. Semakin panjang splitsets digrouting maka angka bond strength semakin tinggi. Untuk Development Area (K1 Sub 8A) nilai bond strength mencapai angka tertinggi 7,08 ton/m atau 17 ton dengan insert grouted 1,8 m dan nilai bond strength terendah 0,42 ton/m atau 1 ton dengan insert grouted 0,2 m, sedangkan untuk area Sill Ore (K2 Sub 11B) nilai bond strength mencapai angka tertinggi 6,25 ton/m atau 15 ton dengan insert grouted 2,2 m dan nilai bond strength terendah 2,08 ton/m atau 5 ton dengan insert grouted 0,2 m. Secara keseluruhan nilai hasil pull out test pada splitsets di lokasi penelitian (Development Area (K1 Sub 8A) dan Sill Ore (K2 Sub 11B)) yang berada dibawah 3,3 ton/m mencapai 60,71% sedangkan yang mencapai nilai bond strength diatas 3,3 ton/m adalah 39,29%.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: T Technology > TN Mining engineering. Metallurgy
Divisions: Faculty of Engineering, Science and Mathematics > School of Engineering Sciences
Depositing User: Eny Suparny
Date Deposited: 05 Aug 2016 02:31
Last Modified: 05 Aug 2016 02:31
URI: http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/5000

Actions (login required)

View Item View Item