IDENTIFIKASI ZONA PENURUNAN TANAH MENGGUNAKAN METODE GROUND PENETRATING RADAR (GPR) PADA RUAS JALAN TOL BINJAI, SUMATERA UTARA

PERTIWI, DYAH AYU KUSUMA (2026) IDENTIFIKASI ZONA PENURUNAN TANAH MENGGUNAKAN METODE GROUND PENETRATING RADAR (GPR) PADA RUAS JALAN TOL BINJAI, SUMATERA UTARA. Skripsi thesis, UPN "Veteran" Yogyakarta.

[thumbnail of 115220039_Cover - Dyah Ayu Kusuma.pdf] Text
115220039_Cover - Dyah Ayu Kusuma.pdf

Download (128kB)
[thumbnail of 115220039_Abstrak - Dyah Ayu Kusuma.pdf] Text
115220039_Abstrak - Dyah Ayu Kusuma.pdf

Download (193kB)
[thumbnail of 115220039_Halaman Pengesahan - Dyah Ayu Kusuma.pdf] Text
115220039_Halaman Pengesahan - Dyah Ayu Kusuma.pdf

Download (464kB)
[thumbnail of 115220039_Daftar Isi - Dyah Ayu Kusuma.pdf] Text
115220039_Daftar Isi - Dyah Ayu Kusuma.pdf

Download (308kB)
[thumbnail of 115220039_Daftar Pustaka - Dyah Ayu Kusuma.pdf] Text
115220039_Daftar Pustaka - Dyah Ayu Kusuma.pdf

Download (187kB)
[thumbnail of 115220039_Fultext - Dyah Ayu Kusuma.pdf] Text
115220039_Fultext - Dyah Ayu Kusuma.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (12MB)

Abstract

Penurunan tanah pada ruas Jalan Tol Binjai, Sumatera Utara, berpotensi
menyebabkan penurunan jalan, retakan, serta menurunkan kenyamanan dan
keselamatan pengguna jalan. Penurunan tanah dipengaruhi oleh kondisi tanah
dasar, beban lalu lintas, dan ketidakseragaman material timbunan. Metode GPR
digunakan karena mampu mengidentifikasi kondisi bawah permukaan secara non
destruktif melalui analisis pola reflektor, amplitudo, dan kontinuitas lapisan.
Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi zona penurunan tanah urugan berdasarkan
karakteristik reflektor radargram serta memvisualisasikan sebaran deformasi bawah
permukaan secara spasial.
Pengukuran dilakukan menggunakan GPR GSSI SIR-3000 tipe shielded dengan
antena frekuensi 100 MHz pada 36 lintasan di sekitar jembatan layang Jalan Tol
Binjai. Panjang lintasan berkisar antara 11–12 meter dan 24 meter dengan orientasi
utara–selatan serta barat–timur. Data radargram hasil pengukuran GPR diproses
menggunakan static correction, subtract mean-dewow, bandpass butterworth,
AGC-gain, running average, dan time depth correction untuk meningkatkan
kualitas refleksi bawah permukaan. Interpretasi dilakukan berdasarkan perubahan
geometri reflektor, kontinuitas lapisan, dan variasi amplitudo. Korelasi
antarpenampang dilakukan melalui horizon interpretation dan pemetaan
kedalaman menggunakan interpolasi Inverse Distance Weighted (IDW) pada
perangkat lunak Geolitix.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa zona penurunan tanah urugan ditandai oleh
reflektor melengkung ke bawah, dan reflektor tidak kontinu. Deformasi penurunan
tanah urugan teridentifikasi pada kedalaman sekitar 0,1–0,23 meter, dengan zona
dominan berada pada bagian tenggara dan barat area penelitian. Lintasan 1, 15, dan
35 menunjukkan penurunan tanah paling dominan dibandingkan lintasan lainnya.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode GPR efektif untuk mengidentifikasi
penurunan tanah urugan dan memvisualisasikan kondisi bawah permukaan jalan tol
secara spasial dan non-destruktif dengan tingkat interpretasi data yang baik.
Kata kunci: Ground Penetrating Radar (GPR), penurunan tanah urugan, radargram,
jalan tol, tanah urugan.

Item Type: Tugas Akhir (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Ground Penetrating Radar (GPR), penurunan tanah urugan, radargram, jalan tol, tanah urugan.
Subjek: Q Science > QE Geology
Divisions: Fakultas Teknologi Mineral dan Energi > (S1) Teknik Geofisika
Depositing User: A.Md Eko Suprapti
Date Deposited: 28 Oct 2026 02:25
Last Modified: 28 Oct 2026 02:25
URI: http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/49999

Actions (login required)

View Item View Item