Bakhrudin, Mukhtarom (2026) Strategi Pengembangan Usaha Minyak Kayu Putih Secara Lestari di Balai Kesatuan Pengelolaan Hutan (BKPH) Yogyakarta. Tesis thesis, UPN Veteran Yogyakarta.
|
Text
235241006_Cover - Mukhtarom Yogya.pdf Download (2MB) |
|
|
Text
235241006_Abstrak - Mukhtarom Yogya.pdf Download (2MB) |
|
|
Text
235241006_Halaman Pengesahan - Mukhtarom Yogya.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
235241006_Daftar Isi - Mukhtarom Yogya.pdf Download (2MB) |
|
|
Text
235241006_Daftar Pustaka - Mukhtarom Yogya.pdf Download (2MB) |
|
|
Text
235241006_Fulltext - Mukhtarom Yogya.pdf Restricted to Repository staff only Download (4MB) |
Abstract
Usaha minyak kayu putih (MKP) di Balai Kesatuan Pengelolaan Hutan (BKPH) Yogyakarta merupakan pemanfaatan hasil hutan bukan kayu melalui penyulingan daun kayu putih menjadi MKP. Usaha ini berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor kehutanan, tetapi menghadapi kendala serapan pasar, penurunan target produksi, dan persaingan usaha. Penelitian ini bertujuan: (1) menganalisis tingkat efektivitas kinerja BKPH Yogyakarta dalam mendukung masyarakat sejahtera dan hutan lestari; (2) menganalisis faktor internal dan eksternal kunci dalam strategi pengembangan usaha MKP secara lestari di BKPH Yogyakarta; dan (3) merumuskan strategi prioritas pengembangan usaha MKP secara lestari di BKPH Yogyakarta. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan jenis studi kasus. Data diperoleh dari sembilan responden yang dipilih secara purposive dan merepresentasikan BKPH sebagai organisasi publik, mencakup pelaksana kebijakan, pembina BKPH, kelembagaan dan organisasi, penganggaran, serta perencanaan pembangunan. Teknik analisis yang digunakan meliputi penilaian efektivitas Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), IFE, EFE, CPM, Matriks IE, SWOT, dan QSPM. Hasil penilaian KPH menunjukkan bahwa BKPH Yogyakarta diklasifikasikan sebagai organisasi KPH yang efektif dalam mendukung masyarakat sejahtera dan hutan lestari dengan nilai 83,13. Nilai IFE sebesar 2,846 dan EFE sebesar 2,762 menempatkan usaha MKP pada Matriks IE Sel V, yaitu posisi hold and maintain. Hasil CPM menunjukkan skor BKPH Yogyakarta sebesar 2,026, lebih tinggi dibandingkan MKP Perhutani sebesar 1,952, tetapi masih tertinggal dari minyak eucalyptus impor sebesar 3,586, terutama pada kadar 1,8-cineole, rendemen, harga dan kapasitas produksi. Kuadran SWOT menunjukkan posisi strategi agresif. QSPM menetapkan strategi prioritas berupa peningkatan mutu dan efisiensi produksi MKP berbasis bibit unggul.
| Item Type: | Tugas Akhir (Tesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Strategi Pengembangan Usaha, Balai Kesatuan Pengelolaan Hutan Yogyakarta, Kinerja KPH, Minyak Kayu Putih, Pengelolaan Hutan Lestari |
| Subjek: | H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD28 Management. Industrial Management S Agriculture > SD Forestry |
| Divisions: | Fakultas Pertanian > (S2) Magister Agribisnis |
| Depositing User: | UPA Perpustakaan |
| Date Deposited: | 14 Oct 2026 07:08 |
| Last Modified: | 14 Oct 2026 07:09 |
| URI: | http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/49874 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
