ANALISIS POTENSI TIPE LONGSORAN PADA LERENG HIGHWALL MENGGUNAKAN PERBANDINGAN LEM DAN FEM PADA PIT X KABUPATEN TAPIN, PROVINSI KALIMANTAN SELATAN

EVAN TRI WIBIANTO, . (2026) ANALISIS POTENSI TIPE LONGSORAN PADA LERENG HIGHWALL MENGGUNAKAN PERBANDINGAN LEM DAN FEM PADA PIT X KABUPATEN TAPIN, PROVINSI KALIMANTAN SELATAN. Skripsi thesis, UPN Veteran Yogyakarta.

[thumbnail of 111220203_Cover - Evan tri w _.pdf] Text
111220203_Cover - Evan tri w _.pdf

Download (149kB)
[thumbnail of 111220203_Evan Tri Wibianto_Abstrak - Evan tri w _.pdf] Text
111220203_Evan Tri Wibianto_Abstrak - Evan tri w _.pdf

Download (170kB)
[thumbnail of 11120203_Halaman Pengesahan - Evan tri w _.pdf] Text
11120203_Halaman Pengesahan - Evan tri w _.pdf

Download (912kB)
[thumbnail of 111220203_Daftar isi - Evan tri w _.pdf] Text
111220203_Daftar isi - Evan tri w _.pdf

Download (437kB)
[thumbnail of 111220203_Daftar Pustaka - Evan tri w _.pdf] Text
111220203_Daftar Pustaka - Evan tri w _.pdf

Download (395kB)
[thumbnail of 111220203_Full Text - Evan tri w _.pdf] Text
111220203_Full Text - Evan tri w _.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (18MB)
Official URL: https://upnyk.ac.id

Abstract

Kestabilan lereng highwall PIT X setinggi 70 meter dengan kemiringan 60 derajat dipengaruhi
oleh struktur geologi dan tekanan air pori pada kedalaman 16,786 meter. Lereng ini tersusun
atas perselingan batupasir, batulempung, dan batubara Formasi Warukin dengan kualitas massa
batuan kelas III hingga IV. Kehadiran bidang diskontinuitas yang berpotongan dengan muka
lereng memicu risiko instabilitas, sehingga memerlukan evaluasi menyeluruh untuk
memastikan keselamatan operasional penambangan. Penelitian ini menggunakan pemetaan
geoteknik metode scanline untuk analisis kinematik dan penentuan parameter masukan
pemodelan. Kestabilan lereng dievaluasi pada enam penampang kritis menggunakan
perbandingan Metode Kesetimbangan Batas (LEM) berbasis Morgenstern-Price untuk
memperoleh Faktor Keamanan (FK) dan Metode Elemen Hingga (FEM) berbasis Shear
Strength Reduction (SSR) untuk menghasilkan Strength Reduction Factor (SRF). Kedua
pemodelan numerik tersebut mengintegrasikan parameter beban gempa pseudo-statis sebesar
0,05g. Analisis kinematik mengidentifikasi potensi longsoran guling pada batubara dan
batupasir, serta longsoran baji pada batulempung. Hasil simulasi LEM menunjukkan tiga
penampang stabil dengan nilai FK > 1,2, satu kritis, dan dua rawan longsor. Sebaliknya,
simulasi FEM memberikan hasil yang lebih konservatif dengan hanya dua penampang stabil
bernilai SRF > 1,0 dan empat penampang kritis. Hal ini membuktikan bahwa FEM lebih
komprehensif dalam menganalisis lereng sedimen karena mengakomodasi hubungan tegangan-
regangan secara alami, sedangkan LEM cenderung memberikan estimasi keamanan yang
terlalu tinggi akibat pemaksaan asumsi bidang gelincir sirkular.

Item Type: Tugas Akhir (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Analisis kinematik, Finite element method, Formasi Warukin, Highwall, Limit equilibrium method
Subjek: Q Science > QE Geology
T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
Divisions: Fakultas Teknologi Mineral dan Energi > (S1) Teknik Geologi
Depositing User: Indah Lestari
Date Deposited: 14 Oct 2026 07:05
Last Modified: 14 Oct 2026 07:05
URI: http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/49871

Actions (login required)

View Item View Item