KARAKTERISASI RESERVOIR DAN DISTRIBUSI HIDROKARBON INTERVAL X PADA FASIES LOWER SHOREFACE FORMASI CIBULAKAN BAGIAN ATAS, LAPANGAN FEB, CEKUNGAN JAWA BARAT UTARA

FEBRIANTI, YENI (2026) KARAKTERISASI RESERVOIR DAN DISTRIBUSI HIDROKARBON INTERVAL X PADA FASIES LOWER SHOREFACE FORMASI CIBULAKAN BAGIAN ATAS, LAPANGAN FEB, CEKUNGAN JAWA BARAT UTARA. Skripsi thesis, UPN Veteran Yogyakarta.

[thumbnail of 111220175_Cover - Yeni Febrianti.pdf] Text
111220175_Cover - Yeni Febrianti.pdf

Download (377kB)
[thumbnail of 111220175_Abstrak - Yeni Febrianti.pdf] Text
111220175_Abstrak - Yeni Febrianti.pdf

Download (219kB)
[thumbnail of 111220175_Halaman Pengesahan  - Yeni Febrianti.pdf] Text
111220175_Halaman Pengesahan - Yeni Febrianti.pdf

Download (295kB)
[thumbnail of 111220175_Daftar Isi - Yeni Febrianti.pdf] Text
111220175_Daftar Isi - Yeni Febrianti.pdf

Download (355kB)
[thumbnail of 111220175_Daftar Pustaka - Yeni Febrianti.pdf] Text
111220175_Daftar Pustaka - Yeni Febrianti.pdf

Download (178kB)
[thumbnail of 111220175_Full Text - Yeni Febrianti.pdf] Text
111220175_Full Text - Yeni Febrianti.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (19MB)
Official URL: https://upnyk.ac.id

Abstract

Cekungan Jawa Barat Utara merupakan salah satu cekungan hidrokarbon produktif
di Indonesia dengan Formasi Cibulakan bagian atas sebagai salah satu interval
reservoir utama. Pada Lapangan FEB, Interval X menunjukkan variasi karakter
reservoir dan distribusi fluida hidrokarbon antarsumur. Penelitian ini bertujuan
untuk mengarakterisasi reservoir Formasi Cibulakan bagian atas, menentukan zona
prospek reservoir, serta mengevaluasi faktor pengontrol distribusi hidrokarbon
pada Interval X. Analisis dilakukan menggunakan data wireline log, mudlog, core,
XRD, SCAL, DST, MDT, dan analisis air formasi dari empat sumur, yaitu FEB-1,
FEB-2, FEB-3, dan FEB-4.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Formasi Cibulakan bagian atas tersusun atas perselingan batupasir, serpih, dan batugamping yang diendapkan pada lingkungan
inner neritic hingga middle neritic. Suksesi fasies berkembang dari upper shoreface
hingga intermediate offshore yang mencerminkan pola deepening upward
succession. Fasies yang berpotensi sebagai reservoir utama adalah lower shoreface,
dengan nilai volume shale 0,06–0,321 V/V, porositas efektif 0,065–0,233 V/V
dengan kualitas reservoir sedang–baik, permeabilitas 0,102–28,869 mD dengan
kualitas reservoir tight–baik, serta saturasi air 0,239–0,780 V/V. Analisis net pay
mengidentifikasi 18 zona prospek reservoir yang tersebar pada keempat sumur.
Distribusi hidrokarbon pada Interval X terutama dikontrol oleh posisi struktur
sebagai perangkap, sedangkan pengaruh fasies relatif tidak signifikan. Sumur pada
struktur yang lebih tinggi didominasi oleh gas, sedangkan sumur pada struktur yang
lebih rendah didominasi oleh minyak hingga indikasi air, yang menunjukkan
adanya segregasi fluida dalam reservoir.

Item Type: Tugas Akhir (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Kata kunci: Cibulakan, distribusi hidrokarbon, lower shoreface, petrofisika, reservoir
Subjek: Q Science > QE Geology
Divisions: Fakultas Teknologi Mineral dan Energi > (S1) Teknik Geologi
Depositing User: UPA Perpustakaan
Date Deposited: 14 Oct 2026 04:27
Last Modified: 14 Oct 2026 04:27
URI: http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/49861

Actions (login required)

View Item View Item