GEOLOGI DAN KUALITAS BATUBARA SEAM B2 DAERAH TANJUNG ENIM, MUARA ENIM, SUMATERA SELATAN

TESAR, WAHYU (2026) GEOLOGI DAN KUALITAS BATUBARA SEAM B2 DAERAH TANJUNG ENIM, MUARA ENIM, SUMATERA SELATAN. Skripsi thesis, UPN Veteran Yogyakarta.

[thumbnail of 111220008_Cover - Wahyu Tesar.pdf] Text
111220008_Cover - Wahyu Tesar.pdf

Download (735kB)
[thumbnail of 111220008_Abstrak - Wahyu Tesar.pdf] Text
111220008_Abstrak - Wahyu Tesar.pdf

Download (393kB)
[thumbnail of 111220008_Halaman Pengesahan - Wahyu Tesar.pdf] Text
111220008_Halaman Pengesahan - Wahyu Tesar.pdf

Download (475kB)
[thumbnail of 111220008_Daftar Isi - Wahyu Tesar.pdf] Text
111220008_Daftar Isi - Wahyu Tesar.pdf

Download (462kB)
[thumbnail of 111220008_Daftar Pustaka - Wahyu Tesar.pdf] Text
111220008_Daftar Pustaka - Wahyu Tesar.pdf

Download (311kB)
[thumbnail of 111220008_Fulltext - Wahyu Tesar.pdf] Text
111220008_Fulltext - Wahyu Tesar.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (51MB)
Official URL: https://upnyk.ac.id

Abstract

Lokasi penelitian berada pada wilayah IUP PT Bukit Asam Tbk di Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatera Selatan. Secara geologi, daerah penelitian termasuk dalam Formasi Muara Enim berumur Miosen Tengah yang tersusun atas batulempung, batulempung karbonan, batulanau, batupasir, batupasir tufaan, dan batubara. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi geologi bawah permukaan serta menganalisis kualitas batubara Seam B2 dan pengaruh lingkungan pengendapan terhadap kualitas batubara pada daerah penelitian. Metode yang digunakan meliputi metode deskriptif dan analitik melalui integrasi data pemboran, log geofisika, serta analisis laboratorium kualitas batubara.Berdasarkan hasil interpretasi, lingkungan pengendapan daerah penelitian termasuk ke dalam lingkungan Transitional dan Lower Delta Plain dengan asosiasi fasies berupa swamp, levee, crevasse splay, dan channel. Secara umum, kualitas batubara menunjukkan kecenderungan meningkat seiring bertambahnya umur stratigrafi, yang ditunjukkan oleh peningkatan nilai kalor dari Seam A1 sebesar 5.473,67 kcal/kg (adb) hingga Seam D sebesar 5.823,50 kcal/kg (adb). Namun demikian, Seam B2 menunjukkan karakteristik kualitas yang berbeda, dengan nilai kalor sebesar 5.576,33 kcal/kg (adb) yang lebih rendah dibandingkan Seam C sebesar 5.780,75 kcal/kg (adb) meskipun berada pada posisi stratigrafi yang lebih tua.Hasil pembobotan kualitas menunjukkan bahwa Seam B2 memiliki nilai rata-rata TM (ar) 32,43%, IM (adb) 16,76%, VM (adb) 37,14%, Ash (adb) 5,44%, FC (adb) 40,65%, TS (adb) 0,98%, dan CV (adb) 5.576,33 kcal/kg. Berdasarkan analisis kualitas batubara dan data geologi pendukung, faktor pengontrol utama kualitas Seam B2 berasal dari tingginya kandungan abu (Ash) dan total sulfur (TS). Tingginya kandungan sulfur didukung oleh keberadaan mineral pirit (FeS₂) yang menunjukkan kondisi lingkungan pengendapan yang bersifat reduktif dan adanya pengaruh suplai sulfat selama proses pembentukan gambut serta tingginya kadar abu berkaitan dengan keberadaan parting pada Seam B2 yang mengindikasikan adanya gangguan pengendapan gambut oleh material klastik halus, sehingga meningkatkan kandungan material anorganik. Berdasarkan klasifikasi ASTM D388 (2005), Seam B2 termasuk ke dalam peringkat Subbituminous A Coal dengan nilai kalor sebesar 10.783,52 Btu/lb (dmmf).

Item Type: Tugas Akhir (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: batubara, kualitas, Muara Enim, lingkungan pengendapan, Seam B2.
Subjek: Q Science > QE Geology
Divisions: Fakultas Teknologi Mineral dan Energi > (S1) Teknik Geologi
Depositing User: UPA Perpustakaan
Date Deposited: 13 Oct 2026 03:23
Last Modified: 13 Oct 2026 03:23
URI: http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/49785

Actions (login required)

View Item View Item