RESPONS PEMERINTAH JEPANG TERHADAP OVERTOURISM SEBAGAI ISU KEAMANAN NASIONAL PADA PERIODE PASCA-COVID-19 (2021–2025)

Christopher Lexy Indranata, . (2026) RESPONS PEMERINTAH JEPANG TERHADAP OVERTOURISM SEBAGAI ISU KEAMANAN NASIONAL PADA PERIODE PASCA-COVID-19 (2021–2025). Skripsi thesis, UPN "VETERAN" YOGYAKARTA.

[thumbnail of 151220057_Cover - Lexy Indranata.pdf] Text
151220057_Cover - Lexy Indranata.pdf

Download (317kB)
[thumbnail of 151220057_Abstrak - Lexy Indranata.pdf] Text
151220057_Abstrak - Lexy Indranata.pdf

Download (261kB)
[thumbnail of 151220057_Halaman Pengesahan - Lexy Indranata.pdf] Text
151220057_Halaman Pengesahan - Lexy Indranata.pdf

Download (513kB)
[thumbnail of 151220057_Daftar Isi - Lexy Indranata.pdf] Text
151220057_Daftar Isi - Lexy Indranata.pdf

Download (689kB)
[thumbnail of 151220057_Daftar Pustaka - Lexy Indranata.pdf] Text
151220057_Daftar Pustaka - Lexy Indranata.pdf

Download (406kB)
[thumbnail of 151220057_Fulltext - Lexy Indranata.pdf] Text
151220057_Fulltext - Lexy Indranata.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (4MB)
Official URL: https://upnyk.ac.id/

Abstract

Pemulihan pariwisata pasca-pandemi COVID-19 memicu lonjakan kunjungan wisatawan internasional ke Jepang yang melahirkan fenomena overtourism dan menimbulkan dampak terhadap stabilitas sosial, identitas budaya, serta kualitas hidup masyarakat lokal, terutama di Kyoto, Osaka, dan Tokyo. Penelitian ini menganalisis kebijakan Pemerintah Jepang terhadap overtourism sebagai isu keamanan nasional menggunakan kerangka teori sekuritisasi Copenhagen School yang dikemukakan oleh Barry Buzan, Ole Wæver, dan Jaap de Wilde. Teori ini memandang sekuritisasi sebagai proses di mana suatu isu dikonstruksi sebagai ancaman eksistensial melalui narasi oleh aktor yang berwenang, diterima oleh audiens, dan kemudian melegitimasi penerapan tindakan luar biasa di luar jalur politik normal. Penelitian ini menemukan bahwa Pemerintah Jepang menjalankan proses sekuritisasi melalui pembingkaian narasi ancaman, penerimaan narasi oleh masyarakat domestik, serta penerapan kebijakan luar biasa berupa pengendalian arus wisatawan, pemanfaatan teknologi Tourism DX, dan penyebaran wisatawan ke destinasi regional. Meski demikian, efektivitas kebijakan masih bersifat parsial karena gangguan yang dirasakan masyarakat lokal di kawasan wisata utama masih terus berlangsung. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan sekuritisasi isu non-tradisional tidak hanya bergantung pada konstruksi ancaman dan legitimasi kebijakan, tetapi juga pada efektivitas implementasinya di tingkat masyarakat lokal.

Item Type: Tugas Akhir (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: overtourism, sekuritisasi, Jepang, pasca-COVID-19
Subjek: H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > (S1) Ilmu Hubungan Internasional
Depositing User: Indah Lestari
Date Deposited: 13 Oct 2026 03:00
Last Modified: 13 Oct 2026 03:00
URI: http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/49780

Actions (login required)

View Item View Item