PENERAPAN METODE Q-SLOPE DALAM ANALISIS KESTABILAN LERENG PADA PENAMBANGAN DOLOMIT DI PT POLOWIJO GOSARI

ADILAH, SATRIA RAMA KINASTY (2026) PENERAPAN METODE Q-SLOPE DALAM ANALISIS KESTABILAN LERENG PADA PENAMBANGAN DOLOMIT DI PT POLOWIJO GOSARI. Skripsi thesis, UPN Veteran Yogyakarta.

[thumbnail of 112200161_Cover - Satria Rama.pdf] Text
112200161_Cover - Satria Rama.pdf

Download (301kB)
[thumbnail of 112200161_Abstrak - Satria Rama.pdf] Text
112200161_Abstrak - Satria Rama.pdf

Download (338kB)
[thumbnail of 112200161_Halaman Pengesahan - Satria Rama.pdf] Text
112200161_Halaman Pengesahan - Satria Rama.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of 112200161_Daftar Isi - Satria Rama.pdf] Text
112200161_Daftar Isi - Satria Rama.pdf

Download (366kB)
[thumbnail of 112200161_Daftar Pustaka - Satria Rama.pdf] Text
112200161_Daftar Pustaka - Satria Rama.pdf

Download (303kB)
[thumbnail of 112200161_Full Text - Satria Rama.pdf] Text
112200161_Full Text - Satria Rama.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (11MB)
Official URL: https://upnyk.ac.id

Abstract

Penilaian kestabilan lereng pada tambang terbuka batuan dolomit memerlukan pendekatan terintegrasi yang menggabungkan metode empiris dan analitik. Penelitian ini dilaksanakan di PT Polowijo Gosari, Desa Sekapuk, Kecamatan Ujung Pangkah, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Klasifikasi massa batuan dilakukan menggunakan metode empiris Q-Slope (Bar & Barton, 2015) pada tiga sektor lereng penambangan aktif, dengan pengambilan data diskontinuitas menggunakan metode scanline sepanjang 15 m per lereng tunggal. Hasil analisis kinematika berbasis proyeksi stereografis mengidentifikasi potensi longsoran bidang (planar failure) sebagai mekanisme dominan pada ketiga sektor. Nilai Q-Slope yang diperoleh berturut-turut adalah 0,904 (Sektor A), 1,473 (Sektor B), dan 2,300 (Sektor C), menghasilkan sudut lereng aman 64°, 68°, dan 72°. Sektor A dan B diklasifikasikan unstable karena sudut aktual melampaui batas Q-Slope. Validasi analitik menggunakan Metode Kesetimbangan Batas (LEM) dengan simulasi Latin Hypercube Sampling (3.000 iterasi) menunjukkan seluruh sektor memenuhi kriteria FK ≥ 1,1 pada kondisi kering. Namun, analisis longsoran busur menggunakan metode Bishop Simplified mengidentifikasi Sektor A sebagai kondisi kritis pada kejenuhan penuh (FK = 0,953; PL = 100%), mengindikasikan risiko yang lebih tinggi dibandingkan analisis longsoran bidang semata. Tekanan air pori terbukti sebagai parameter paling sensitif melalui analisis sensitivitas, diikuti sudut lereng dan kohesi. Hasil penelitian merekomendasikan implementasi sistem drainase prioritas dan koreksi geometri lereng Sektor A dan B sesuai peraturan KEPMEN ESDM No. 1827 K/30/MEM/2018.

Item Type: Tugas Akhir (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: q-slope, longsoran bidang, kestabilan lereng, kesetimbangan batas, probabilitas longsor
Subjek: T Technology > TN Mining engineering. Metallurgy
Divisions: Fakultas Teknologi Mineral dan Energi > (S1) Teknik Pertambangan
Depositing User: UPA Perpustakaan
Date Deposited: 12 Oct 2026 07:57
Last Modified: 12 Oct 2026 07:57
URI: http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/49755

Actions (login required)

View Item View Item