ATHAYA NAFIS SAHDA, . (2026) KARAKTERISTIK GEOKIMIA BATUAN INDUK DAN KORELASI MINYAK BUMI DENGAN BATUAN INDUK BERDASARKAN BIOMARKER, SUB-CEKUNGAN PALEMBANG SELATAN. Skripsi thesis, UPN "VETERAN" YOGYAKARTA.
|
Text
111220066_Cover - ATHAYA NAFIS SAHDA.pdf Download (101kB) |
|
|
Text
111220066_Abstrak - ATHAYA NAFIS SAHDA.pdf Download (836kB) |
|
|
Text
111220066_Halaman Pengesahan - ATHAYA NAFIS SAHDA.pdf Download (195kB) |
|
|
Text
111220066_Daftar Isi - ATHAYA NAFIS SAHDA.pdf Download (419kB) |
|
|
Text
111220066_Daftar Pustaka - ATHAYA NAFIS SAHDA.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
111220066_Fulltext - ATHAYA NAFIS SAHDA.pdf Restricted to Repository staff only Download (9MB) |
Abstract
Daerah penelitian terletak pada Sub-Cekungan Palembang Selatan yang merupakan bagian dari Cekungan Sumatera Selatan, salah satu cekungan sedimen produktif di Indonesia dengan sistem petroleum yang berkembang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik geokimia batuan induk yang meliputi kuantitas, tipe, dan tingkat kematangan material organik, serta mengkorelasikan batuan induk dengan minyak bumi berdasarkan analisis biomarker.
Metode penelitian dilakukan dengan pendekatan geokimia batuan induk dan minyak bumi. Evaluasi batuan induk dilakukan dengan menganalisis nilai Total Organic Carbon, Rock-Eval Pyrolysis, dan reflektansi vitrinit. Analisis biomarker pada batuan induk dan minyak bumi dilakukan untuk mengetahui asal material organik, lingkungan pengendapan, dan kematangan termal yang dilanjutkan dengan korelasi untuk mengetahui hubungan genetik antara keduanya.
Hasil analisis menunjukkan bahwa batuan induk memiliki kuantitas material organik sedang hingga sangat baik, sehingga berpotensi sebagai batuan induk. Tipe material organik didominasi oleh kerogen tipe II-III yang menunjukkan campuran material organik, dengan potensi menghasilkan hidrokarbon minyak dan gas. Tingkat kematangan material organik berada pada tahap belum matang hingga awal matang. Analisis biomarker menunjukkan bahwa batuan induk Formasi Lemat dan Formasi Talang Akar diendapkan pada kondisi anoksik hingga suboksik dengan material organik campuran alga dan tumbuhan tingkat tinggi. Sementara itu, minyak bumi menunjukkan dua famili minyak, yaitu famili yang didominasi oleh material organik alga dan famili yang dipengaruhi oleh material organik campuran alga dan tumbuhan tingkat tinggi. Hasil korelasi berdasarkan biomarker menunjukkan bahwa salah satu sumur minyak memiliki kemiripan karakteristik dengan batuan induk, sedangkan sumur lainnya menunjukkan perbedaan yang mengindikasikan adanya lebih dari satu sumber hidrokarbon pada daerah penelitian.
| Item Type: | Tugas Akhir (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | biomarker, batuan induk, geokimia, korelasi, minyak bumi |
| Subjek: | Q Science > QE Geology T Technology > TN Mining engineering. Metallurgy |
| Divisions: | Fakultas Teknologi Mineral dan Energi > (S1) Teknik Geologi |
| Depositing User: | Indah Lestari |
| Date Deposited: | 12 Oct 2026 04:36 |
| Last Modified: | 12 Oct 2026 04:36 |
| URI: | http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/49730 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
