TEGAR BAGASKORO RACHMATULLAH PRASTOWO PUTRA, . (2026) EVALUASI GEOMETRI LERENG DESAIN DISPOSAL TAHUNAN PADA TAMBANG TERBUKA KEC. LOA KULU, KAB. KUTAI KARTANEGARA, KALIMANTAN TIMUR. Skripsi thesis, UPN "VETERAN" YOGYAKARTA.
|
Text
111220170_Cover - TEGAR BAGASKORO RACHMATULLAH.pdf Download (128kB) |
|
|
Text
111220170_Abstrak - TEGAR BAGASKORO RACHMATULLAH.pdf Download (591kB) |
|
|
Text
111220170_Halaman Pengesahan - TEGAR BAGASKORO RACHMATULLAH.pdf Download (134kB) |
|
|
Text
111220170_Daftar Isi - TEGAR BAGASKORO RACHMATULLAH.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
111220170_Daftar Pustaka - TEGAR BAGASKORO RACHMATULLAH.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
111220170_Fulltext - TEGAR BAGASKORO RACHMATULLAH.pdf Restricted to Repository staff only Download (36MB) |
Abstract
Kestabilan lereng disposal merupakan aspek penting dalam pertambangan batubara
karena kelongsoran dapat menimbulkan kerugian material dan nonmaterial. Lereng
disposal yang tersusun atas material overburden berpotensi tidak stabil akibat
pengaruh geometri lereng, kondisi material, curah hujan, dan beban alat berat.
Penelitian ini bertujuan menganalisis kestabilan desain lereng disposal serta
memberikan rekomendasi geometri yang sesuai.
Analisis dilakukan menggunakan metode kesetimbangan batas dengan pendekatan
Morgenstern-Price dan kriteria keruntuhan Mohr-Coulomb pada perangkat lunak
Slide 6.0. Data yang digunakan meliputi topografi aktual, desain disposal 2026,
parameter geoteknik berupa kohesi, sudut geser dalam, dan berat isi, serta data
koefisien seismik dan data bor.
Lokasi penelitian tersusun atas bentukasal antropogenik, denudasional, dan fluvial.
Bentukasal antropogenik meliputi bukaan tambang, disposal, dan kolam
pengendapan; bentukasal denudasional berupa dataran berlereng landai hingga
curam; sedangkan bentukasal fluvial berupa rawa. Satuan batuan mencakup
batulempung, batupasir, dan timbunan disposal pada lingkungan pengendapan
transitional lower delta plain. Hasil analisis kestabilan lereng pada sayatan A–A’,
B–B’, C–C’, D–D’ timur, D–D’ barat, E–E’, dan F–F’ menghasilkan faktor
keamanan berturut-turut 1,74; 1,40; 1,195; 1,557; 1,575; 1,322; dan 0,970. Setelah
optimasi melalui peningkatan elevasi dan rekayasa sudut lereng, nilai faktor
keamanan meningkat menjadi 1,367; 1,30; 1,313; 1,34; 1,323; 1,32; dan 1,333.
Hasil optimasi menunjukkan seluruh lereng memenuhi kriteria kestabilan yang
dipersyaratkan.
| Item Type: | Tugas Akhir (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Disposal, Faktor Keamanan, Geologi, Kestabilan Lereng |
| Subjek: | Q Science > QE Geology T Technology > TN Mining engineering. Metallurgy |
| Divisions: | Fakultas Teknologi Mineral dan Energi > (S1) Teknik Geologi |
| Depositing User: | Indah Lestari |
| Date Deposited: | 12 Oct 2026 04:34 |
| Last Modified: | 12 Oct 2026 04:34 |
| URI: | http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/49729 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
