FATIH RIFKI, . (2026) Hubungan Tingkat Serpentinisasi Batuan Dasar TErhadap Unsur Nikel PAda Endapan Nikel Laterit Daerah Oheo, Paka Indah, Konawe Utara. Skripsi thesis, UPN "VETERAN" YOGYAKARTA.
|
Text
111220053_Cover - Fatih Rifki.pdf Download (158kB) |
|
|
Text
111220053_Abstrak - Fatih Rifki.pdf Download (221kB) |
|
|
Text
111220053_Lembar Pengesahan - Fatih Rifki.pdf Download (239kB) |
|
|
Text
111220053_Daftar Isi - Fatih Rifki.pdf Download (365kB) |
|
|
Text
111220053_Daftar Pustaka - Fatih Rifki.pdf Download (219kB) |
|
|
Text
111220053_Fulltext - Fatih Rifki.pdf Restricted to Repository staff only Download (12MB) |
Abstract
Endapan nikel laterit daerah Paka Indah, kecamatan Oheo, Konawe Utara terbentuk di atas batuan ultramafik sebagai batuan dasar. Batuan ultramafik tersebut telah mengalami proses pelapukan intensif dan serpentinisasi dengan tingkat yang bervariasi, sehingga menghasilkan profil laterit yang terdiri atas horizon bedrock, rocky saprolite, earthy saprolite, dan limonit. Variasi tingkat serpentinisasi diduga berperan dalam mengontrol distribusi kadar nikel, sehingga diperlukan kajian untuk mengetahui hubungan antara tingkat serpentinisasi dengan kadar nikel pada zona saprolit dan bedrock.Metode penelitian yang digunakan meliputi pemetaan geologi dan laterit, analisis morfologi, serta pengambilan data lapangan berupa titik pengamatan dan data pemboran. Analisis laboratorium dilakukan untuk mengetahui kadar unsur, khususnya nikel (Ni) dengan metode XRF, serta identifikasi mineralogi dan tekstur serpentinisasi menggunakan analisis petrografi. Tingkat serpentinisasi diklasifikasikan menjadi rendah, sedang, dan tinggi berdasarkan persentase alterasi dan karakter tekstur seperti mesh, bastit, dan vein. Selain itu, dilakukan analisis statistik menggunakan boxplot untuk mengevaluasi hubungan antara tingkat serpentinisasi dan kadar nikel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat serpentinisasi pada batuan ultramafik di daerah penelitian terbagi menjadi tiga kategori, yaitu rendah (5–40%), sedang (40–60%), dan tinggi (60–90%) dengan karakter mineralogi yang didominasi oleh lizardit dan krisotil pada tingkat rendah- sedang, serta antigorit dan lizardit pada tingkat tinggi. Analisis kadar nikel pada zona saprolit dan bedrock menunjukkan adanya korelasi negatif antara tingkat serpentinisasi dengan kadar Ni, di mana peningkatan derajat serpentinisasi cenderung diikuti oleh penurunan kadar nikel.
| Item Type: | Tugas Akhir (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kadar Nikel, Laterit, Serpentinisasi, Saprolit, Ultramafik |
| Subjek: | Q Science > QE Geology T Technology > TN Mining engineering. Metallurgy |
| Divisions: | Fakultas Teknologi Mineral dan Energi > (S1) Teknik Geologi |
| Depositing User: | Indah Lestari |
| Date Deposited: | 09 Oct 2026 08:08 |
| Last Modified: | 09 Oct 2026 08:08 |
| URI: | http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/49686 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
