SITI ROSMAIDA, . (2026) KAJIAN KORELASI GEOKIMIA Ni DENGAN UNSUR PENDAMPING LAIN PADA MORFOLOGI PERBUKITAN DAN RAWA DAERAH ROUTA, KABUPATEN KONAWE, PROVINSI SULAWESI TENGGARA. Skripsi thesis, UPN "VETERAN" YOGYAKARTA.
|
Text
111220092_Cover - Siti Rosmaida.pdf Download (440kB) |
|
|
Text
111220092_Abstrak - Siti Rosmaida.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
111220092_Lembar pengesahan - Siti Rosmaida.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
111220092_Daftar isi - Siti Rosmaida.pdf Download (2MB) |
|
|
Text
111220092_Daftar pustaka - Siti Rosmaida.pdf Download (3MB) |
|
|
Text
111220092_Full text - Siti Rosmaida.pdf Restricted to Repository staff only Download (33MB) |
Abstract
Endapan nikel laterit di daerah Routa, Konawe, Sulawesi Tenggara berkembang di atas batuan ultramafik berupa peridotit dan dunit yang merupakan bagian dari Kompleks Ofiolit Sulawesi Timur. Daerah penelitian dicirikan oleh dua lingkungan geokimia yang kontras yaitu zona oksidatif pada morfologi perbukitan dan zona reduktif pada rawa. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh kondisi geomorfologi terhadap korelasi geokimia Ni dengan unsur pendamping (Fe, Co, Mg, Mn, dan S) menggunakan data inti bor yang dianalisis melalui uji XRF, pengolahan spasial dengan ArcGIS dan CorelDRAW, serta Korelasi Spearman menggunakan SPSS. Geomorfologi daerah penelitian tersusun atas dua satuan bentuk lahan, yaitu perbukitan denudasional dan rawa, yang mengendalikan kondisi geokimia melalui perbedaan drainase. Geologi tersusun atas Satuan Peridotit Sulawesi Timur, Satuan Dunit Sulawesi Timur , Satuan Konglomerat Langkowala, dan Endapan Rawa, dengan struktur berupa sesar naik, sesar normal, dan sesar mendatar. Profil laterit tersusun atas lima zona yaitu limonit, saprolit, dan bedrock yang terbentuk melalui pelapukan in situ di zona perbukitan, serta transported limonite dan sedimen yang terbentuk melalui proses transportasi dan pengendapan di zona rawa. Pada zona oksidatif, goetit dan mineral mangan oksida berperan sebagai carrier utama Ni, tercermin dari korelasi kuat Ni–Fe (rs = 0,712), Ni–Co (rs = 0,699), Ni–Mn (rs = 0,666), dan Ni–Mg negatif kuat (rs = −0,714) pada saprolit, serta korelasi Ni–S negatif (rs = −0,257 hingga −0,368) akibat pelindian SO₄²⁻. Pada zona reduktif, kondisi anoksik mendestabilisasi carrier Ni sehingga korelasi Ni–Fe berbalik negatif (rs = −0,181), Ni–Co mencapai nilai tertinggi (rs = 0,776), dan Ni–S berbalik positif (rs = 0,134–0,142) akibat akumulasi sulfur organik dari gambut. Kombinasi Ni–Fe negatif, Ni–Co tinggi, dan Ni–S positif menjadi penciri geokimia zona reduktif, sedangkan Ni–Fe kuat, Ni–Mg negatif kuat, dan Ni–S negatif menjadi penciri zona oksidatif.
| Item Type: | Tugas Akhir (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Geokimia, Korelasi Spearman, Nikel, Oksidatif, Reduktif, Sulawesi Tenggara |
| Subjek: | Q Science > QE Geology T Technology > TN Mining engineering. Metallurgy |
| Divisions: | Fakultas Teknologi Mineral dan Energi > (S1) Teknik Geologi |
| Depositing User: | Indah Lestari |
| Date Deposited: | 09 Oct 2026 07:03 |
| Last Modified: | 09 Oct 2026 07:03 |
| URI: | http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/49680 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
