RIZKA AMALIA DESTYARA, . (2026) STUDI KERENTANAN AIRTANAH TERHADAP PENCEMARAN BERDASARKAN METODE GOD DI KECAMATAN PENGADEGAN DAN SEKITARNYA, KABUPATEN PURBALINGGA, PROVINSI JAWA TENGAH. Skripsi thesis, UPN "VETERAN" YOGYAKARTA.
|
Text
111220160_Cover - RIZKA AMALIA DESTYARA.pdf Download (203kB) |
|
|
Text
111220160_Abstrak - RIZKA AMALIA DESTYARA.pdf Download (176kB) |
|
|
Text
111220160_Halaman Pengesahan - RIZKA AMALIA DESTYARA.pdf Download (260kB) |
|
|
Text
111220160_Daftar Isi - RIZKA AMALIA DESTYARA.pdf Download (450kB) |
|
|
Text
111220160_Daftar Pustaka - RIZKA AMALIA DESTYARA.pdf Download (324kB) |
|
|
Text
111220160_FullText - RIZKA AMALIA DESTYARA.pdf Restricted to Repository staff only Download (15MB) |
Abstract
Pencemaran airtanah menjadi salah satu permasalahan yang mengancam
keberlanjutan sumber daya air, terutama pada wilayah dengan tingkat perlindungan
alami akuifer yang rendah. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Pengadegan,
Kabupaten Purbalingga, dengan tujuan menentukan tingkat kerentanan airtanah
terhadap pencemaran menggunakan metode GOD (Groundwater Occurrence,
Overlying Lithology, dan Depth to Water Table) serta mengevaluasi korelasinya
dengan kualitas airtanah aktual. Daerah penelitian tersusun atas Satuan Tuff Ligung
dan Satuan Breksi Ligung yang berkembang pada tiga satuan bentuklahan, yaitu
Dataran Pedalaman Denudasional Landai, Perbukitan Rendah Denudasional
Landai, dan Perbukitan Rendah Denudasional Miring. Validasi dilakukan
menggunakan parameter pH, DHL, TDS, nitrat, dan bakteriologi. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa seluruh wilayah penelitian termasuk ke dalam kelas
kerentanan tinggi dengan variasi skor GOD sebesar 0,54; 0,63; dan 0,70. Skor 0,63
merupakan kondisi yang paling dominan dengan luas 1.050,9 ha (88,41%),
sedangkan skor 0,70 dan 0,54 masing-masing memiliki luas 91,75 ha (7,72%) dan
45,99 ha (3,87%). Zona skor 0,70 tersebar di sebagian wilayah Desa Tetel,
Tegalpingen, Pengadegan, Tumanggal, Karangjoho, Bedagas, dan Wlahar,
sedangkan zona skor 0,54 tersebar secara terbatas di sebagian wilayah Desa Tetel,
Tegalpingen, Pengadegan, Tumanggal, Karangjoho, Bedagas, dan Larangan.
Korelasi antara zonasi kerentanan dan kualitas airtanah menunjukkan bahwa
seluruh lokasi yang tergolong rentan memiliki indikasi kontaminasi, namun
besarnya nilai parameter kualitas airtanah tidak selalu berbanding lurus dengan skor
kerentanan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kualitas airtanah aktual
dipengaruhi oleh interaksi antara kerentanan alami akuifer dan faktor lingkungan
setempat.
| Item Type: | Tugas Akhir (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kata kunci: Airtanah, GOD, Kerentanan, Pencemaran. |
| Subjek: | Q Science > QE Geology T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering |
| Divisions: | Fakultas Teknologi Mineral dan Energi > (S1) Teknik Geologi |
| Depositing User: | Indah Lestari |
| Date Deposited: | 09 Oct 2026 04:24 |
| Last Modified: | 09 Oct 2026 04:24 |
| URI: | http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/49666 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
