KARAKTERISTIK ENDAPAN NIKEL LATERIT DAN DISTRIBUSI KOBALT (Co) PADA BLOK CAHAYA SELATAN, SULAWESI TENGGARA

DWI ARNILLAILI MASNUN, . (2026) KARAKTERISTIK ENDAPAN NIKEL LATERIT DAN DISTRIBUSI KOBALT (Co) PADA BLOK CAHAYA SELATAN, SULAWESI TENGGARA. Skripsi thesis, UPN "VETERAN" YOGYAKARTA.

[thumbnail of 111220049_Cover - dwi masnun.pdf] Text
111220049_Cover - dwi masnun.pdf

Download (224kB)
[thumbnail of 111220049_Abstrak - dwi masnun.pdf] Text
111220049_Abstrak - dwi masnun.pdf

Download (281kB)
[thumbnail of 111220049_Halaman Pengesahan - dwi masnun.pdf] Text
111220049_Halaman Pengesahan - dwi masnun.pdf

Download (70kB)
[thumbnail of 111220049_Daftar Isi - dwi masnun.pdf] Text
111220049_Daftar Isi - dwi masnun.pdf

Download (341kB)
[thumbnail of 111220049_Daftar Pustaka - dwi masnun.pdf] Text
111220049_Daftar Pustaka - dwi masnun.pdf

Download (251kB)
[thumbnail of 111220049_Fulltext - dwi masnun.pdf] Text
111220049_Fulltext - dwi masnun.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (100MB)
Official URL: https://upnyk.ac.id/

Abstract

Pulau Sulawesi memiliki kondisi geologi yang kompleks akibat interaksi Lempeng
Indo - Australia, Pasifik, dan Eurasia yang menghasilkan sebaran luas batuan
ofiolit, khususnya East Sulawesi Ophiolite. Pelapukan intensif batuan ultramafik di
iklim tropis menghasilkan endapan nikel laterit. Selain nikel, terdapat unsur bernilai
ekonomis seperti kobalt dan logam tanah jarang. Kobalt memiliki peran penting,
terutama dalam industri kendaraan listrik. Berlandaskan hal tersebut, dilakukan
penelitian untuk mengkaji karakteristik endapan nikel laterit, hubungan geokimia
unsur kobalt, serta distribusi vertikal dan lateralnya pada blok Cahaya Selatan,
Kecamatan Routa, Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara.
Penelitian menggunakan data assay hasil dari analisis X-Ray Fluorescence (XRF)
pada 648 titik bor, data inti batuan, peta geologi lokal PT SCM, dan data Digital
Elevation Model (DEM). Berdasarkan analisis inti batuan dan geokimia XRF, profil
endapan nikel laterit di daerah penelitian terbagi menjadi zona transported limonite,
limonite, soft saprolite, hard saprolite dan bedrock. Zona limonit menunjukkan
laterisasi kuat, sedangkan zona saprolit laterisasi lemah hingga sedang. Endapan
nikel laterit daerah penelitian tergolong tipe Hydrous Mg-Silicate (saprolite type),
dengan kobalt terkonsentrasi pada zona limonit bawah berkorelasi positif kuat
terhadap MnO dan negatif kuat terhadap SiO₂ serta Fe.
Pemodelan distribusi kobalt dibuat menggunakan metode Inverse Distance
Weighting (IDW) pada 3 meter dari bagian bawah zona limonit. konsentrasi
tertinggi rata- rata terkomposit (0,25 - 0,45%) dominan di bagian barat laut, barat,
timur laut, dan sebagian timur daerah penelitian. Sebaliknya, konsentrasi terendah
(0,03 - 0,09%) mendominasi bagian tengah hingga tenggara daerah penelitian.

Item Type: Tugas Akhir (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Kobalt, Konawe, Laterit, Limonit, Ultramafik
Subjek: Q Science > QE Geology
T Technology > TN Mining engineering. Metallurgy
Divisions: Fakultas Teknologi Mineral dan Energi > (S1) Teknik Geologi
Depositing User: Indah Lestari
Date Deposited: 09 Oct 2026 04:07
Last Modified: 09 Oct 2026 04:07
URI: http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/49662

Actions (login required)

View Item View Item