Laras Pratiwi, . (2026) ANALISIS MULTITEMPORAL KONDISI EKOLOGI LINGKUNGAN PERTAMBANGAN MENGGUNAKAN ALGORITMA REMOTE SENSING ECOLOGICAL INDEX (RSEI) DI KABUPATEN KULONPROGO TAHUN 2015, 2020, 2025. Skripsi thesis, UPN "VETERAN" YOGYAKARTA.
|
Text
117210035_Cover - 035 Laras Pratiwi.pdf Download (186kB) |
|
|
Text
117210035_Abstrak - 035 Laras Pratiwi.pdf Download (191kB) |
|
|
Text
117210035_Halaman Pengesahan - 035 Laras Pratiwi.pdf Download (218kB) |
|
|
Text
117210035_Daftar Isi - 035 Laras Pratiwi.pdf Download (162kB) |
|
|
Text
117210035_Daftar Pustaka - 035 Laras Pratiwi.pdf Download (154kB) |
|
|
Text
117210035_Fulltext - 035 Laras Pratiwi.pdf Restricted to Repository staff only Download (6MB) |
Abstract
Kawasan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) di Kabupaten Kulon Progo
mencakup tiga tipologi zona pertambangan, yaitu pertambangan pasir besi di pesisir
selatan, penambangan batuan di Perbukitan Menoreh, dan pertambangan rakyat di
sepanjang aliran Sungai Progo, sehingga menjadikannya kawasan dengan tekanan
ekologi yang kompleks dan bersifat multi-lokasi. Aktivitas pertambangan yang
berlangsung secara progresif berpotensi menurunkan kualitas ekologi kawasan,
KLHK dan BMKG DIY mencatat adanya degradasi vegetasi seluas 1.237 hektar
dan peningkatan suhu permukaan lahan sebesar 3–5°C pada periode 2015–2019.
Pemantauan kualitas ekologi yang komprehensif dan berbasis data spasial pada
kawasan WIUP menjadi kebutuhan mendasar untuk mendeteksi perubahan tersebut
secara objektif, dan dapat dibandingkan antarwaktu. Penelitian ini menggunakan
metode Remote Sensing Ecological Index (RSEI) berbasis citra satelit Landsat 8
OLI/TIRS untuk menganalisis kualitas ekologi kawasan WIUP Kabupaten Kulon
Progo secara multitemporal pada periode 2015–2025. RSEI dipilih karena
kemampuannya mengintegrasikan empat komponen ekologis secara bersamaan
dalam satu indeks yang objektif, yaitu Normalized Difference Vegetation Index
(NDVI) sebagai indikator kerapatan vegetasi, Wetness dari transformasi Tasseled
Cap sebagai indikator kelembaban lahan, Land Surface Temperature (LST) sebagai
indikator tekanan panas permukaan, dan Normalized Difference Built-up and Soil
Index (NDBSI) sebagai indikator lahan terbuka dan terganggu akibat aktivitas
tambang. Keempat komponen diintegrasikan melalui Principal Component
Analysis (PCA) sehingga menghasilkan satu nilai indeks kualitas ekologi yang
terstandarisasi dengan rentang 0 hingga 1. Keunggulan RSEI dibandingkan indeks
tunggal terletak pada kemampuannya mendeteksi degradasi ekologi yang tidak
tertangkap apabila hanya satu parameter ekologi digunakan secara terpisah. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa kualitas ekologi kawasan WIUP Kabupaten Kulon
Progo mengalami tekanan degradasi yang konsisten selama periode 2015–2025.
Pada tahun 2015, luas kelas Sangat Rendah tercatat sebesar 130,86 Ha. Pada tahun
5
2020, kelas tersebut meningkat lebih dari dua kali lipat menjadi 291,51 Ha,
bersamaan dengan aktivitas pertambangan yang intens di zona pesisir selatan. Pada
tahun 2025, kelas Sangat Rendah mengalami penurunan menjadi 245,34 Ha, namun
angka ini masih jauh di atas kondisi baseline 2015 sehingga tidak mencerminkan
pemulihan ekologi yang substansial. Secara spasial, degradasi paling signifikan
terjadi pada zona pesisir selatan, sementara zona Perbukitan Menoreh relatif
mempertahankan kualitas ekologinya karena didominasi tutupan vegetasi yang
masih terjaga. Secara keseluruhan, tren 2015–2025 menunjukkan bahwa laju
degradasi ekologi dalam WIUP masih melampaui laju pemulihannya. Penelitian ini
menyimpulkan bahwa metode RSEI berbasis Landsat 8 efektif sebagai instrumen
monitoring kualitas ekologi jangka panjang pada kawasan pertambangan dengan
karakteristik multi-tipologi. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai baseline
ekologi berbasis data spasial untuk mendukung evaluasi perpanjangan Izin Usaha
Pertambangan (IUP), penetapan target reklamasi, dan perumusan kebijakan
mitigasi lingkungan di Kabupaten Kulon Progo, sekaligus menjadi referensi
protokol monitoring ekologi kawasan pertambangan untuk wilayah lain di
Indonesia.
Kata kunci: Remote Sensing Ecological Index (RSEI), Landsat 8 OLI/TIRS,
Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP), Kualitas Ekologi, Pertambangan
Kulon Progo
| Item Type: | Tugas Akhir (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Remote Sensing Ecological Index (RSEI), Landsat 8 OLI/TIRS, Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP), Kualitas Ekologi, Pertambangan Kulon Progo |
| Subjek: | Q Science > QA Mathematics Q Science > QE Geology T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering |
| Divisions: | Fakultas Teknologi Mineral dan Energi > (S1) Teknik Geomatika |
| Depositing User: | Indah Lestari |
| Date Deposited: | 09 Oct 2026 02:59 |
| Last Modified: | 09 Oct 2026 03:00 |
| URI: | http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/49651 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
