AJI, DIANDRA SAFFANAH (2026) APPLICATION OF COCONUT WATER, PGPR, AND SILICA TO SUPPRESS DISEASES DEVELOPMENT IN SEVERAL TSS (TRUE SHALLOT SEED) VARIETIES IN BANTUL. Skripsi thesis, UPN "Veteran" Yogyakarta.
|
Text
134220180_COVER - diandra saffanah.pdf Download (229kB) |
|
|
Text
134220180_ABSTRACT - diandra saffanah.pdf Download (351kB) |
|
|
Text
134220180_HALAMAN PENGESAHAN - diandra saffanah.pdf Download (9MB) |
|
|
Text
134220180_DAFTAR ISI - diandra saffanah.pdf Download (581kB) |
|
|
Text
134220180_DAFTAR PUSTAKA - diandra saffanah.pdf Download (323kB) |
|
|
Text
134220180_SKRIPSI FULL - diandra saffanah.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan komoditas hortikultura unggulan,
namun sering menghadapi kendala berupa serangan penyakit, seperti layu Fusarium, hawar
daun Stemphylium, bercak ungu, dan antraknosa sehingga menurunkan hasil panen.
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh aplikasi air kelapa, PGPR, dan silika pada
3 varietas bawang TSS merah, yaitu Sanren, Merdeka, dan Maserati terhadap kejadian dan
tingkat keparahan penyakit tanaman. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan
Acak Kelompok Lengkap (RAKL) faktorial dengan 2 faktor, yaitu empat perlakuan
pemupukan dan tiga varietas bawang merah TSS serta 3 kali pengulangan. Pengamatan
yang dilakukan meliputi kejadian penyakit, intensitas penyakit, perhitungan AUDPC,
identifikasi patogen penyebab penyakit, serta hasil panen per petak. Data hasil pengamatan
dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA), kemudian dilanjutkan dengan uji beda
nyata Duncan (DMRT) pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak
terdapat interaksi antara kedua faktor perlakuan terhadap parameter yang diamati.
Perlakuan air dan air kelapa mampu menekan kejadian penyakit moler pada 50 hari setelah
tanam (HST), sedangkan perlakuan air, air kelapa, dan PGPR mampu menekan kejadian
penyakit moler pada 60 HST. Perlakuan PGPR mampu menekan kejadian penyakit bercak
daun pada 40, 50, dan 60 HST, namun pada 50 HST tidak berbeda nyata dengan perlakuan
air kelapa, serta pada 60 HST tidak berbeda nyata dengan perlakuan air dan air kelapa.
Varietas bawang merah Sanren dan Merdeka menunjukkan perbedaan nyata pada bobot
umbi segar per rumpun.
Kata Kunci : Penyakit bawang merah, pemupukan, varietas TSS
| Item Type: | Tugas Akhir (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Penyakit bawang merah, pemupukan, varietas TSS |
| Subjek: | S Agriculture > S Agriculture (General) |
| Divisions: | Fakultas Pertanian > (S1) Agroteknologi |
| Depositing User: | A.Md Eko Suprapti |
| Date Deposited: | 09 Oct 2026 02:05 |
| Last Modified: | 09 Oct 2026 02:05 |
| URI: | http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/49637 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
