MARBUN, NICHOLAS VALENTINO (2026) DELINEASI LAPISAN NIKEL LATERIT BERDASARKAN DATA ELECTRICAL RESISTIVITY TOMOGRAPHY (ERT) DAN DATA BOR SERTA ESTIMASI TONASE DI SITE "NCL", POMALAA, KOLAKA, SULAWESI TENGGARA. Skripsi thesis, UPN Veteran Yogyakarta.
|
Text
Cover Skripsi Nicholas Marbun - 014_NICHOLAS MARBUN.pdf Download (140kB) |
|
|
Text
Abstrak Nicholas Marbun - 014_NICHOLAS MARBUN.pdf Download (187kB) |
|
|
Text
Halaman prngesahan - 014_NICHOLAS MARBUN.pdf Download (647kB) |
|
|
Text
daftar isi - 014_NICHOLAS MARBUN.pdf Download (177kB) |
|
|
Text
daftar pustaka - 014_NICHOLAS MARBUN.pdf Download (232kB) |
|
|
Text
Skripsi Full_Nicholas Valentino Marbun - 014_NICHOLAS MARBUN.pdf Restricted to Repository staff only Download (8MB) |
Abstract
kegunaannya di berbagai industri. Indonesia memiliki potensi nikel yang besar, khususnya di Sulawesi Tenggara yang tersusun atas satuan ofiolit dengan tingkat pelapukan yang intensif. Keterbatasan data bawah permukaan menjadi tantangan dalam penilaian potensi dan kelancaran produksi pada suatu area penambangan. Diperlukan eksplorasi menggunakan metode ERT dan data bor untuk mengetahui batas lapisan, distribusi kedalaman, distribusi ketebalan dan estimasi tonase pada Site “NCL”.
Penelitian ini dilakukan di daerah Pomalaa, Kolaka, Sulawesi Tenggara. Pengukuran dengan metode ERT tergolong efektif untuk memisahkan masing-masing lapisan nikel laterit berdasarkan parameter resistivitas. Data tersebut kemudian dikorelasikan dengan data bor untuk justifikasi litologi serta sebagai acuan penentuan batas lapisan berdasarkan distribusi normal. Pengukuran ERT dilakukan sebanyak 9 lintasan dengan panjang bentangan 235 m, spasi elektroda 5 m dan 10 m pada lintasan K5. Data bor sebanyak 10 titik tersebar inline pada masing-masing lintasan ERT. Pengolahan data dilakukan menggunakan Res2DInv untuk inversi, kemudian peta distribusi dibuat dengan Oasis montaj, serta pemodelan 3D dan perhitungan volume dilakukan menggunakan Rockwork.
Hasil Interpretasi menunjukkan zona laterisasi yang terdiri dari lapisan topsoil, limonit, saprolit, saprock, boulder, dan bedrock. Saprolit dicirikan oleh resistivitas <80 Ωm, saprock 113-130, limonit 80-113 Ωm, topsoil dan bedrock >130 Ωm, sedangkan boulder berada pada rentang 130-250 Ωm. Analisis distribusi normal menentukan ambang batas top bedrock dan saprolit sekitar 100 Ωm dengan kecocokan >70% terhadap data bor. Ketebalan saprolit berkisar ±5-20 m, topsoil menebal ke arah barat hingga 3 m, dan ketebalan limonit 1-8 m dengan rata-rata sekitar 5 m, kedalaman top bedrock bervariasi hingga 28 meter pada bagian barat dan selatan. Pemodelan geologi 3D menghasilkan Volume Saprolit diperoleh sebesar 1.218.160 m³, sehingga menghasilkan tonase sebesar 1.522.700 ton, sedangkan volume limonit 104.804 m³ dengan tonase sekitar 146.725 ton. Hasil ini menunjukkan bahwa metode ERT dan data bor efektif untuk karakterisasi endapan nikel laterit dan mendukung estimasi sumber daya secara kuantitatif dalam eksplorasi dan perencanaan penambangan.
| Item Type: | Tugas Akhir (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Nikel Laterit, Electrical Resistivity Tomography, limonit, Saprolit, Pemodelan 3D |
| Subjek: | G Geography. Anthropology. Recreation > GB Physical geography |
| Divisions: | Fakultas Teknologi Mineral dan Energi > (S1) Teknik Geofisika |
| Depositing User: | UPA Perpustakaan |
| Date Deposited: | 08 Oct 2026 02:32 |
| Last Modified: | 08 Oct 2026 02:32 |
| URI: | http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/49592 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
