DARMAWAN, NARDI HADI (2025) ANALISIS SHEAR WAVE SPLITTING (SWS) DALAM IDENTIFIKASI ARAH REKAHAN BERDASARKAN DATA MICROEARTHQUAKE PADA LAPANGAN PANAS BUMI “D”. Skripsi thesis, UPN Veteran Yogyakarta.
|
Text
115220052_Cover - NARDI HADI DARMAWAN.pdf Download (84kB) |
|
|
Text
115220052_Abstrak - NARDI HADI DARMAWAN.pdf Download (157kB) |
|
|
Text
115220052_Halaman Pengesahan - NARDI HADI DARMAWAN.pdf Download (57kB) |
|
|
Text
115220052_Daftar Isi - NARDI HADI DARMAWAN.pdf Download (84kB) |
|
|
Text
115220052_Daftar Pustaka - NARDI HADI DARMAWAN.pdf Download (233kB) |
|
|
Text
115220052_Fulltext - NARDI HADI DARMAWAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (26MB) |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena shear wave splitting (SWS) sebagai salah satu metode dalam mengidentifikasi orientasi rekahan pada lapangan panas bumi. Fenomena SWS terjadi ketika gelombang S yang melewati medium anisotropik terpecah menjadi dua gelombang ortogonal, yaitu gelombang cepat (fast shear wave) yang searah dengan rekahan dominan, dan gelombang lambat (slow shear wave) yang tegak lurus terhadap arah rekahan. Data yang digunakan berupa rekaman microearthquake (MEQ) sebanyak 1488 events dari jaringan seismik lokal, yang kemudian diproses melalui tahapan pra-pemrosesan, picking fase S, serta analisis menggunakan metode cross-correlation untuk mendapatkan parameter utama SWS, yaitu arah gelombang cepat (Sfast polarization direction) dan waktu tunda (time delay) antar gelombang. Hasil analisis menunjukkan adanya pola konsisten arah gelombang cepat yang dapat didefinisikan sebagai orientasi utama rekahan bawah permukaan. Arah rekahan tersebut memperlihatkan keterkaitan dengan struktur geologi yang telah terpetakan, khususnya sesar dan zona permeabilitas pada sistem panas bumi. Nilai waktu tunda yang diperoleh bervariasi sesuai dengan ketebalan zona rekahan yang dilalui, serta menunjukkan korelasi dengan tingkat aktivitas seismik lokal. Nilai intensitas rekahan tinggi menandakan tingkat anisotropi tinggi diduga memiliki potensi permeabilitas tinggi apabila rekahan saling terkoneksi. Arah polarisasi pada area penelitian memiliki 2 orientasi dominan yaitu timur laut – barat daya dan barat laut – tenggara. 7 stasiun memiliki orientasi dominan NE-SW yaitu ST-B (N30°E), ST-C (N80°E), ST-E (N60°E), ST-G (N50°E), ST-I (N80°E), ST-J (N10°E), ST-L (N70°E). 6 stasiun memiliki orientasi dominan NW-SE yaitu stasiun ST-C (N130°E), ST-D (N110°E), ST-F (N150°E), ST-H (N130°E), ST-Q (N135°E), ST-M (N50°E).
| Item Type: | Tugas Akhir (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Microearthquake, orientasi rekahan, panas bumi, Shear wave splitting. |
| Subjek: | G Geography. Anthropology. Recreation > GB Physical geography |
| Divisions: | Fakultas Teknologi Mineral dan Energi > (S1) Teknik Geofisika |
| Depositing User: | UPA Perpustakaan |
| Date Deposited: | 06 Oct 2026 02:33 |
| Last Modified: | 06 Oct 2026 02:34 |
| URI: | http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/49499 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
