Buntoro, Davinio Nathaniel Putra (2026) ANALISIS DISTRIBUSI FASIES LINGKUNGAN PENGENDAPAN BERDASARKAN ATRIBUT SEISMIK DAN INVERSI SEISMIK IMPEDANSI AKUSTIK PADA AREA “ASKIA” CEKUNGAN KUTAI, KALIMANTAN TIMUR. Skripsi thesis, UPN Veteran Yogyakarta.
|
Text
115220092_Cover - Davin Buntoro.pdf Download (178kB) |
|
|
Text
115220092_Abstrak - Davin Buntoro.pdf Download (258kB) |
|
|
Text
115220092_Halaman Pengesahan - Davin Buntoro.pdf Download (476kB) |
|
|
Text
115220092_Daftar Isi - Davin Buntoro.pdf Download (420kB) |
|
|
Text
115220092_Daftar Pustaka - Davin Buntoro.pdf Download (240kB) |
|
|
Text
115220092_Fulltext - Davin Buntoro.pdf Restricted to Repository staff only Download (19MB) |
Abstract
Cekungan Kutai merupakan salah satu cekungan hidrokarbon terbesar dan paling produktif di Indonesia dengan sistem pengendapan kompleks yang berkembang pada lingkungan fluvio-deltaik. Area ASKIA pada Formasi Kelompok Balikpapan dan Formasi Kelompok Bebulu memiliki potensi reservoar hidrokarbon yang memerlukan analisis terpadu untuk memahami distribusi fasies dan zona prospek. Penelitian ini bertujuan menentukan fasies dan lingkungan pengendapan, memperoleh distribusi impedansi akustik, serta mengidentifikasi persebaran lateral reservoar dan potensi hidrokarbon melalui integrasi data log sumur dan seismik. Data yang digunakan berupa seismik 3D Post-Stack Time Migration dan empat sumur, yaitu AS-1, AS-2, KIA-1, dan KIA-2. Metode yang diterapkan meliputi analisis elektrofasies, interpretasi sikuen stratigrafi, interpretasi atribut seismik, dan inversi seismik impedansi akustik model-based. Target penelitian difokuskan pada interval reservoar klastik MFS-I2 dan MFS-J pada Formasi Kelompok Balikpapan serta interval karbonat CBT pada Formasi Kelompok Bebulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interval MFS-I2 hingga MFS-J diendapkan pada lingkungan upper delta plain hingga lower delta plain yang dicirikan oleh coal, organic shale, distributary channel, dan mouth bar. Interval CBT berkembang pada lingkungan laut dangkal karbonat dengan perkembangan patch reef. Hasil inversi menunjukkan nilai impedansi akustik berkisar 6.000–11.000 m/s.g/cc dengan nilai cut-off reservoar 4.000–9.300 m/s.g/cc. Time Structure Map menunjukkan tinggian struktur yang berpotensi menjadi zona migrasi dan akumulasi hidrokarbon. Integrasi elektrofasies, atribut seismik, dan inversi impedansi akustik efektif untuk karakterisasi reservoar dan identifikasi zona prospek hidrokarbon di Area ASKIA.
| Item Type: | Tugas Akhir (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Cekungan Kutai, Fasies Lingkungan Pengendapan, Hidrokarbon, Inversi Model Based, Sekuen Stratigrafi |
| Subjek: | G Geography. Anthropology. Recreation > GB Physical geography |
| Divisions: | Fakultas Teknologi Mineral dan Energi > (S1) Teknik Geofisika |
| Depositing User: | UPA Perpustakaan |
| Date Deposited: | 05 Oct 2026 06:44 |
| Last Modified: | 05 Oct 2026 07:00 |
| URI: | http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/49490 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
